LARANTUKA

Larantuka - Kota Reinha

  • Beranda
  • BERITA
  • OPINI
  • PARIWISATA
  • Translate
Home → Semua Post Berkategori DAERAH
Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan

Komunitas muslim Kupang silaturahim jelang Maulid Nabi

2 Comments
07.34
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
di salah satu Masjid.
Komunitas muslim Kupang silaturahim jelang Maulid Nabi

Larantuka - Komunitas muslim di sekitar Masjid Agung Al-Baitul Qadim Air Mata Kupang menggelar silaturahim bersama menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

"Silaturahim antarumat muslim dalam Kelurahan Air Mata ini untuk lebih mengeratkan hubungan dalam melakukan persiapan menyambut peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW 1435/2014," kata Ketua Panitia Penyelenggara Slamet Talid di Kupang, Senin.

Menurut dia, kegiatan yang menonjol menjelang puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah arak-arakan yang akan dilepas oleh Wali Kota Kupang Jonas Salen.

Umat muslim akan melakukan doa khusus di masjid tua yang merupakan lambang masuknya agama Islam pertama di Tanah Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Doa khusus itu akan dipimpin Imam Masjid H Abdurahim Mustafa dan diikuti seluruh umat yang hadir pada kesempatan itu hingga larut malam," katanya.

Menurut Slamet kegiatan silaturahim dengan kegiatan arak-arakan dan zikir menjelang hari raya kelahiran Nabi Muhammad SAW seperti ini, sudah mentradisi sejak 200 tahun yang lampau ketika masa kepemimpinan almarhum H Birando Bin Tahir.

Selama itu, pendiri Masjid Agung Al-Baitul Qadim Air Mata yang merupakan masjid pertama dan tertua di Pulau Timor bagian barat Nusa Tenggara Timur.

Sesuai tradisi, dua minggu menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, para imam masjid dalam Kota Kupang dikumpulkan dan diminta agar acara peringatan dilakukan pertama di masjid yang dikenal sebagai simbol pemersatu itu.

Setelah upacara di masjid pemersatu tersebut, baru diikuti komunitas muslim lainnya di Masjid Kampung Solor, Bonipoi, Namosain dan Tesbata di wilayah Kabupaten Kupang.

Bibit pertama lahirnya muslim di Kota Kupang dan sekitarnya berasal dari Kampung Air Mata sejak Panglima Bangka Depati Amir dan Depati Hamzah dibuang oleh koloni Belanda ke Pulau Timor pada 1815.

Kedua kakak beradik itu, tidak hanya menggelorakan semangat perjuangan untuk melawan kolonialisme pada saat itu, tetapi menyebarkan pula agama Islam yang ditandai dengan pembangunan Masjid Al-Baitul Qadim di Kampung Air Mata.

Masjid yang telah berusia lebih adri 200 tahun itu dibangun pada tahun 1806 di atas tanah hibah dari Syaban bin Sanga Kala bersama Kyai Arsyad.

Konon, pembangunan masjid ini juga dibantu oleh warga Kristiani yang tinggal di sekitar Air Mata.

Syahban bin Sanga Kala adalah warga muslim pertama di Pulau Timor dari Pulau Solor, Flores Timur. Beliau berasal dari Mananga, Solor bagian barat.

Pembangunan masjid tersebut dengan memadukan seni arsitektur Cina dan Jawa dengan muatan unsur Arab dan Flora Timur.

Dengan ukuran 10x10 m, masjid ini berbentuk joglo beratap genteng. Pada tahun 1984, masjid tersebut dipugar total yang diprakarsai oleh imam H Birando bin Taher.

Aksi pemugaran ini didasarkan karena kondisi masjid ini sudah cukup memprihatinkan sehingga perlu direnovasi tanpa harus menghilangkan keasliannya.(antara)

Persidangan psikologi TKI Wilfrida Soik dilanjutkan

Add Comment
22.32


Persidangan psikologi TKI Wilfrida Soik dilanjutkan

Larantuka - Lanjutan sidang kasus Wilfrida Soik MINGGU ( 29/12 ) Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Kota Bahru, Malaysia, Hakim Azmad Zaidi memerintahkan Wilfrida Soik terdakwa kasus pembunuhan majikannya, menjalani evaluasi psikologi selama 10 hari di Rumah Sakit Permai, Johor.

Pemeriksaan kesehatan TKI asal Nusa Tenggara Timur ini di lakukan di RS Permai Johor.

Kondisi kejiwaannya yang harusnya diputuskan pada sidang Minggu diperpanjang untuk pemeriksaan silang forensik kejiwaan ke keluarga, kata Hakim Zaidi seperti dilaporkan sejumlah media Malaysia.

Sementara itu, anggota DPR dari Komisi IX Rieke Dyah Pitaloka mengatakan ia menghimbau pemerintah agar terlibat aktif dan memantau perkembangan kasus ini.

"Termasuk menerima bukti-bukti tambahan dari masyarakar sipil terutama pemerhati masalah TKI agar memperingan hukuman Wilfrida," kata Rieke dalam keterangan tertulis kepada BBC.

Hakim juga mengabulkan permohonan kuasa hukum Wilfrida untuk memeriksa ulang saksi-saksi kunci yang diharapkan bisa menjadi kesaksian meringankan untuk Wilfrida guna mengungkap fakta bahwa ia masih berusia di bawah umur (18 tahun) dan korban perdagangan manusia.( wilfrida di bawah umur )

Persidangan akan dilanjutkan secara maraton pada bulan Januari 2014 tepatnya pada tanggal 12, 19, 26 dan 29.

Keterangan saksi kunci pada sidang mendatang penting untuk menentukan apakah Wilfrida layak atau tidak layak diadili dengan Kanun Keseksaan Artikel 302 dengan ancaman hukuman mati.

Sidang ini dipantau oleh Komisi HAM Malaysia, SUHAKAM.(*//bbc)

Satpol PP Jadi Tersangka Pemblokiran Bandara Turelelo

Add Comment
21.12


Satpol PP Jadi Tersangka Pemblokiran Bandara Turelelo

Larantuka - Penyidik Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pemeriksaan terhadap oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ngada, NTT sebagai tersangka pemblokiran Bandara Turelelo Soa.

Demikian diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah NTT Brigjen Pol I  Ketut Untung Yoga Anna melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa (24/12/2013). "Kita memeriksa oknum anggota Satpol PP Ngada sebagai tersangka," kata Untung.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap oknum Satpol PP, kepolisian pun melakukan pemeriksaan terhadap pengelola otoritas Bandara Turelelo Soa.

"Proses hukum tetap berjalan, sekarang melengkapi kesaksian dari komponen pada otoritas Bandara Soa," katanya.

Proses hukum tetap berjalan, sekarang melengkapi kesaksian dari komponen pada otoritas Bandara Soa. Dikatakannya, pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut.

Kepolisian masih mendalami keterlibatan orang-orang yang terkait dengan kasus pemblokiran bandara tersebut.

"Tahap selanjutnya sesuai perkembangan fakta-fakata yang ditemukan dalam penyidikan," katanya.

Diberitakan sebelumnya,  Bupati Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Sae,  menyuruh petugas Satpol PP memblokir bandara Turelelo Soa, NTT, Sabtu (21/12/2013), karena bupati tak  kebagian tiket pesawat Merpati.

Akibat ulah bupati ini pesawat Merpati rute penerbangan Kupang-Bajwa yang mengangkut 54 orang penumpang tidak bisa mendarat di bandara tersebut. Pesawat Merpati dan penumpang  akhirnya kembali ke Bandara El Tari, Kupang.

Bandara Turelelo-Soa diblokir Satpol PP Ngada mulai pukul 06.15 Wita hingga pukul 09.00 Wita. Pesawat Merpati nomor penerbangan 6516 dari Kupang-Soa batal mendarat di Bandara Turelelo-Soa.

Pesawat yang sudah terbang sekitar 40 menit tersebut harus kembali ke Bandara El Tari Kupang. Padahal pesawat yang berangkat dari Kupang pukul 06.30 Wita dan seharusnya tiba di Bandara Soa pukul 08.00 Wita itu sudah berada di atas Pulau Flores.(trb)

Menteri Agama jadi bagian dari masalah intoleransi 2013

Add Comment
17.26
mentri agama, intoleransi, suryadharma


Menteri Agama jadi bagian dari masalah intoleransi 2013

Larantuka - LSM HAM Setara Institute menilai bahwa Menteri Agama Suryadharma Ali tidak bisa netral dalam menyelesaikan kasus intoleransi yang terjadi di sepanjang tahun ini.

Peneliti Setara Institute Ismail Hasani mengatakan, dalam kasus pengungsi Syiah di Sampang, Menteri Agama justru meminta warga Syiah untuk kembali masuk Islam.

Ia mengatakan Menteri Agama mempuyai pandangan yang berbeda terkait kasus intoleransi sehingga tidak bisa netral dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Karena itu, Setara menilai Menteri Agama adalah bagian dari masalah intoleransi yang terjadi pada tahun ini.

“Sebagai juru damai, Menteri Agama tidak bisa netral, malah berpihak ke salah satu kubu. Seharusnya Menteri Agama mengambil sikap sesuai konstitusi dan juga asas kebangsaan, tetapi dia justru berpedoman kepada pandangan pribadinya. Ini terlihat dari sejumlah komentarnya terkait kasus intoleransi. Menag meminta jemaat Ahmadiyah untuk masuk Islam  begitu juga jemaat Syiah,” kata Ismail seperti dilansir KBR68H, Senin (16/12).

Ismail menambahkan, kasus intoleransi yang terjadi pada 2013 masih didominasi kasus pengungsi Syiah di Sampang, Ahmadiyah dan juga penutupan gereja. Dibandingkan tahun lalu, tahun ini tidak ada korban jiwa dalam kasus intoleransi. Namun, jumlah kasus diperkirakan masih sama dibandingkan tahun 2012.

Sejumlah kasus intoleransi yang terjadi tahun ini antara lain warga Syiah yang dipaksa meninggalkan kampung halamannya di Sampang, Jawa Timur. Sejak 20 Juni 2013, pengungsi Syiah dari Desa Karang Gayam dan Blu’uran, Kabupaten Sampang, hidup di tempat pengungsian, Rusun Puspa Agro.

Selain itu, sejumlah masjid Ahmadiyah juga diserang oleh kelompok intoleran. Pada 5 Mei lalu, sebuah masjid dan beberapa rumah warga jemaah Ahmadiyah dirusak sejumlah orang di Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Masalah lain yang belum selesai adalah kasus penyegelan gereja GKI Yasmin di Bogor, Jawa Barat. Meski sudah ada keputusan dari Mahkamah Agung, Wali Kota Bogor tetap menolak untuk membuka segel tersebut.(un)

Wujudkan Iklim Kondusif sebagai Bangsa Pejuang

Add Comment
14.32
PERIKSA PASUKAN. Irup Hari Juang Kartika,
Brigjen Achmad Yuliarto saat memeriksa pasukan saat upacara
di alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, Senin (16/12).

Wujudkan Iklim Kondusif sebagai Bangsa Pejuang


Larantuka - Hari Juang Kartika yang merupakan hari lahir TNI Angkatan Darat (AD), tahun ini genap berusia 68 tahun. Di NTT, jajaran Korem 161/Wirasakti memperingati itu dengan menggelar upacara di alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, Senin (16/12).


Komandan Korem (Danrem) 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Achmad Yuliarto tampil sebagai inspektur upacara pada peringatan yang dihadiri prajurit militer tiga matra, baik Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU), juga jajaran kepolisian, organisasi kepemudaan dan lainnya.


Brigjen Achmad saat membacakan sambutan Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal TNI Budiman mengatakan, momentum peringatan hari Juang Kartika hendaknya dijadikan sebagai wahana melakukan introspeksi dan mawas diri terhadap pelaksanaan tugas yang telah dilakukan dalam kurun waktu satu tahun yang lalu. Disamping itu juga meneguhkan tekad dan memperbaharui semangat juang, untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pengabdian yang lebih baik, bagi pembangunan Angkatan Darat dan kejayaan bangsa.


"Kita patut bersyukur bahwa setelah 68 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, berbagai kemajuan dan pencapaian hasil-hasil pembangunan nasional, telah dapat kita rasaan bersama, dimana saat ini Indonesia masuk 16 besar kekuatan perekonomian dunia," kata Jenderal Budiman sebagaimana dikutip Brigjen Achmad.


Dikatakan, berangkat dari pengalaman saat menghadapi krisis tahun 1997, sebagai bangsa pejuang, tentunya segenap elemen bangsa harus bahu membahu untuk mewujudkan iklim yang kondusif demi menjaga pertumbuhan perekonomian nasional yang sehat.


Terkait hal tersebut, lanjut Brigjen Achmad, berbagai program dan kegiatan BINTER TNI AD seperti peningkatan ketahanan pangan, pembangunan sarana dan prasarana wilayah, akselerasi bidang kesehatan dan pendidikan, serta bidang lainnya akan sangat bermanfaat untuk membantu dan peningkatan pemerintah daerah maupun warga masyarakat secara secara kesluruhan dalam menghadapi perlembatan persoalan lain yang dihadapi masyarakat.


"Sebagai bagian dari komponen bangsa, TNI AD senantiasa tanggap dan peduli terhadap kondisi rakyat dan bangsanya, serta turut berpartisipasi serta berkontribusi maksimal dalam mengehadapi berbagai persolan faktual bangsa," ungkapnya.


Sebagi salah satu pilar bangsa yang menopang tetap tegaknya NKRI, lanjut Brigjen Achmad, TNI AD juga senantiasa konsisten memenuhi kewajibannya dalam menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI. "TNI AD tetap komit untuk bersikap netral dan tidak melibatkan diri kedalam politik praktis serta mengawal demokrasi secara professional,"


Dikatakan, TNI AD berkomitmen untuk membangun prajurit yang professional, modern, berdisiplin, dicintai dan mencintai rakyat yang berbasis sains dan teknologi modern. Hal tersebut sejalan dengan tema hari Juang Kartika tahun ini, yakni “Dilandasi semangat hari Juang Kartika, TNI AD bertekad menjadi professional, berdisiplin tinggi, militan, modern dan dicintai rakyat, siap menjaga keutuhan NKRI”.


"Suatu prestasi besar yang sangat membanggakan dan harus kita tingkatkan, meskipun memasuki tahun 2013 baik pada tataran global mauoun nasional, dunia mengehadapi situasi ketidakpastian dan kecendruangan terjadinya perlambatan partumbuhan ekonomi, Indonesia masih mampu mengimbangi negera-negara maju," urainya.(t.ex)

Warga TTU Dukung Polisi Operasi Miras

Add Comment
14.01


Warga TTU Dukung Polisi Operasi Miras

Larantuka - Menjelang Natal Polres Timor Tengah Utara - NTT ( Nusa Tenggara Timur ) mengelar Operas Pekat. Operasi ini sudah dijalankan dua pekan ini. Kepada wartawan Hieronimus Tael Bata mengatan " Kami sangat mendukung operasi yang digelar aparat keamanan, asalkan bersikap adil dan sama terhadap semua pedagang yang menjual alkohol "


Saya juga berharap, kata dia, pemusnahan terhadap semua barang sitaan minuman alkohol perlu dilakukan terbuka sehingga bisa diketahui masyarakat.


Hal serupa disampaikan Kandida, warga Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, yang saat itu menjajakan jualannya di Pasar Sunsea. Dia mengaku saat berlangsungnya operasi alkohol di kampung, tim rasia dari dari Polsek Nunpene, menyita sopi kampung yang saat itu dijual di pasar. Beruntung sebagian sopi tersimpan dis alah satu rumah penduduk sehingga tidak diamankan Polis. (moralpolitik)

Pelaku Pengrusakan Patung Bunda Maria Tewas Dihakimi Massa

Add Comment
20.53


Pelaku Pengrusakan Patung Bunda Maria Tewas Dihakimi Massa

Larantuka - Pelaku pengrusakan patung Maria Bunda Pengantara Rahmat Silabao, Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, yang tewas diserbu massa, Kamis, (12/12) dinihari lalu, teridentifikasi bernama Antonio Metan.


Identitas pelaku pengrusakan patung Bunda Maria Pengantara Rahmat Silabao ini terkuak, setelah jenasah korban yang disemayamkan di Ruang Jenasah RSUD Atambua, dikenali dua anaknya, kemarin. Kedua anak korban tersebut yakni, Ana da Silva dan Nirsida Parera.


Korban pengadilan massa ini menderita sakit jiwa sejak beberapa waktu lalu, dan meninggalkan rumahnya di perkampungan Lois, Distrik Liquisa, sejak pekan lalu. Antonio Metan sendiri pernah eksodus ke wilayah Kabupaten Belu, pasca jajak pendapat 1999 lalu.


Dia pernah tinggal di camp pengungsi Atambua, dan kembali ke kampung halamannya tahun 2000 lalu. Setelah istrinya meninggal beberapa  waktu lalu, Antonio mengalami sakit kejiwaaan hingga kejadian naas yang menewaskannya Kamis pagi lalu.


"Keluarganya sementara urus administrasi pemulangan jenasah ke Liquisa. Kalau sudah selesai dokumennya, hari ini juga langsung keluarga bawa pulang jenasahnya untuk dikuburkan," ungkap Wakil Kapolres Belu, Kompol Johny Muskanan, di Atambua kemarin. Mengenai proses hukum kasus ini,


Wakapolres menegaskan, pihaknya tetap melakukan pendalaman sesuai prosedur aturan hukum yang berlaku. Sejumlah saksi dalam kasus ini akan dipanggil, untuk memberikan keterangan guna penuntasan proses hukum kasus tersebut. "Memang korban mati karena pengadilan massa, tapi secara hukum kami tetap proses sesuai aturan hukum yang berlaku," tandas Johny.(t.ex)

Tak ada izin, masyarakat minta PT Bumi Flores ‘angkat kaki’

Add Comment
18.40
oesapa,kupang,pt bumi flores
ilustrasi

Tak ada izin, masyarakat minta PT Bumi Flores  ‘angkat kaki’

Larantuka - Masyarakat RT 07/RW 03 Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, meminta PT Bumi Flores yang mengerjakan proyek pembuatan perahu/kapal fiber agar ‘angkat kaki’ dari wilayah tersebut. Karena, proyek tersebut tidak mendapat izin dari pemerintah setempat maupun dari instansi yang berwenang.


Sebagaimana surat pengaduan yang ditandatangani 70 orang warga RT 07 yang disampaikan ke Walikota Kupang, koordinator warga, Yohanis Y Paa menguraikan, lokasi pengerjaan proyek berada di tanah negara, di wilayah jalur hijau dan daerah wisata pantai. Lokasi pengerjaan proyek berada di lokasi habitat mangrove sehingga dapat merusak habitat mangrove dan lingkungan sekitar. Lokasi pengerjaan proyek dapat merusak alur sungai yang berada di wilayah tersebut.


“Proyek ini akan sangat berdampak buruk kepada kesehatan masyarakat dan lingkungan karena bahan fiber yang digunakan untuk pembuatan perahu/kapal mengandung unsur kimia, di mana baunya sangat menyengat sehingga dapat mengganggu pernapasan manusia bahkan hewan-hewan peliharaan masyarakat menjadi sakit dan mati. Kebisingan yang ditimbulkan saat pengerjaan perahu/kapal tersebut sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat,” kata Yohanis.


Dijelaskan, dengan proyek tersebut, telah membatasi akses masyarakat ke wilayah pantai. Walau sudah ada laporan dari Pemerintah Kelurahan Oesapa Barat melalui surat kepada Walikota Kupang tetapi belum ada tindak lanjut hingga saat ini.


Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Kupang Adrianus Talli yang dikonfirmasi, Rabu (11/12/13) mengatakan, Komisi A sudah melakukan rapat dengar pendapat dengan pemerintah dan mendengar laporan dari masyarakat serta penjelasan pemerintah terkait dengan lokasi tersebut.


“Jadi itu peruntukan ruang di situ adalah daerah konservasi dan daerah penunjang pariwisata, bukan daerah kawasan industri. Sehingga dari dengar pendapat itu, Komisi A merekomendasikan kepada pimpinan untuk diteruskan kepada walikota agar pada kesempatan pertama kegiatan pelaksanaan pabrik fiber glass itu harus ditutup,” tegas Adrianus.(mp)

Karena Minuman Keras, Pesta Nikah Berakhir Tragis

Add Comment
19.24
minuman keras, pesta, pernikahan, kupang, pembunuhan

Karena Minuman Keras, Pesta Nikah Berakhir Tragis

Larantuka - Pesta pernikahan yang seharusnya di lalui dengan meriah dan suka cita, di warnai dengan kisah berdarah dan berakhir tragis.

Pernikahan antara Dimetris Giovani Bere dan Maria Rosari Beru harus ternoda dengan peristiwa berdarah, dimana Sarmento Putra Selan siswa SMA Tunas Gloria yang berdomisili di  RT 25, RW 09 Keluragan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang tewas dalam acara itu.

Sarmento tewas dalam acara itu karena ditikam  oknum yang tidak dikenalinya. Korban ditikam dibagian punggung menggunakan sebilah pisau hingga membuat Sarmento tewas seketika.

Kejadian berdarah itu terjadi pada Minggu (1/12/2013)   sekitar pukul 02.00 dini hari dalam acara pesta nikah antara Dimetris dan Maria di kediaman Dimetris, di Jalan Kedondong Nomor 25 Kelurahan Oepura.

Waka Polres Kupang Kota Kompol Yulian Perdana yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, kejadian berdarah hingga menewaskan Sarmento itu terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari. Kejadian itu terjadi dalam acara nikah antara Dimetris dan Maria di rumahnya Dimetris.

Yulian menjelaskan, awalnya bermula dari para tamu serta pelaku ribut hingga terjadinya peristiwa berdarah itu karena meneguk minuman keras.

Korban meninggal, katanya, di Puskesmas Sikumana.  Jenasah korban, lanjutnya, kemudian dibawah ke Rumah Sakit Bahayangkara untuk dilakukan outopsi. (moralpolitik)

Mengintip Taman Bacaan Pelangi punya masyarakat Manggarai Barat

Add Comment
20.43
taman bacaan pelangi, taman, pelangi, manggarai

Mengintip Taman Bacaan Pelangi punya masyarakat Manggarai Barat

Larantuka - Tidak banyak masyarakat luar Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur yang mengetahui tentang sebuah proyek kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan sumber daya manusia generasi penerusnya.

Bahkan proyek ini sesungguhnya jika mau diteliti oleh pihak-pihak yang berkompoten di dunia pendidikan, tentu bisa dicontohi untuk dikembangkan di kabupaten/kota di provinsinya masing-masing.

Maksud, tujuan dan apa saja kegiatan Taman Bacaan Pelangi ini, menarik untuk sama-sama diketahui lebih dalam, dan sesudah itu mari kita tulis komentar sebagai urun rembuk bagi mereka yang berkompoten.

Bacaan Pelangi adalah proyek sosial nirlaba untuk mendirikan taman bacaan gratis bagi anak-anak yang tinggal di desa-desa pelosok di Indonesia. Tujuan utama dari Taman Bacaan Pelangi ini, lansir duniaperpustakaan.com, adalah untuk menumbuhkan minat baca anak-anak Indonesia. Oleh sebab itu, kami menyediakan fasilitas berupa buku-buku bacaan anak-anak yang berkualitas. Menurut kami, ketersediaan akses terhadap buku bacaan yang berkualitas sangat penting bagi pendidikan anak dan akan memiliki dampak positif terhadap perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Dengan membaca, anak-anak dapat memperluas wawasan mereka dan kesempatan-kesempatan baru pun akan terbuka.

Tujuan Taman Bacaan Pelangi adalah:

Untuk menumbuhkan minat baca anak-anak
Untuk menyediakan akses terhadap buku-buku bacaan anak-anak yang berkualitas bagi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil
Untuk menyediakan tempat bagi anak-anak yang tinggal di daerah terpencil di Manggarai Barat, Flores dimana mereka dapat dengan santai dan nyaman membaca buku-buku bacaan di luar jam sekolah

Konsep

Kami percaya konsep Taman Bacaan Pelangi yang unik mampu menciptakan kesinambungan, mengedepankan peran serta masyarakat serta kebutuhan biaya yang minimum dan efektif untuk mendukung pendidikan anak-anak di daerah-daerah terpencil. Bagi masyarakat yang berminat untuk mendirikan Taman Bacaan Pelangi di desa mereka, maka kami akan:

melakukan pengadaan dan menyediakan buku-buku bacaan
membantu mengidentifikasikan lokasi yang aman dan strategis
membantu dalam mengidentifikasi dan memberikan pengarahan dalam hal pengelolaan taman bacaan
mendirikan Taman Bacaan Pelangi di lokasi tersebut
Bagi Taman Bacaan Pelangi yang sudah berdiri dan berjalan di semua desa, kami melakukan rotasi buku antar taman bacaan secara reguler. Hal ini dilakukan untuk menjamin anak-anak selalu mendapatkan akses terhadap buku-buku bacaan yang baru dan memaksimalkan jangkauan atas setiap buku yang ada. Dengan demikian, anak-anak di setiap lokasi Taman Bacaan Pelangi akan mendapatkan koleksi buku baru secara reguler (setiap empat hingga 6 bulan), tanpa kami harus membeli buku-buku yang baru.



Taman Bacaan Pelangi yang sudah ada dikelola oleh komunitas masyarakat setempat di masing-masing lokasi. Taman Bacaan Pelangi ini terbuka untuk anak-anak setiap saat, masing-masing desa memiliki jadwal buka yang berbeda. Ada yang buka setiap hari, ada juga yang buka setiap Sabtu dan Minggu sore. Namun, yang pasti, setiap Sabtu sore semua lokasi Taman Bacaan Pelangi dibuka untuk anak-anak.

Setiap Sabtu sore, antara pukul 14.00 hingga 17.00, anak-anak di setiap desa dengan antusias mendatangi lokasi Taman Bacaan Pelangi untuk membaca bersama.

Kami juga seringkali mengundang tamu-tamu untuk bergabung bersama kami di kegiatan membaca Sabtu sore. Tamu-tamu yang berkunjung memiliki profesi yang berbeda-beda, mulai dari wartawan, guru, pelaku pariwisata, dan lain-lain. Kami mengajak mereka untuk berbagi informasi dan memberikan inspirasi kepada anak-anak tentang profesi mereka.

Buku-Buku Bacaan Yang Disediakan

Selain membeli buku-buku bacaan dari supplier, kami juga mengumpulkan buku-buku bacaan bekas dari sumbangan teman-teman. Setelah itu, kami mengirim dan mendistribusikan buku-buku tersebut ke lokasi Taman Bacaan Pelangi, baik yang sudah berdiri maupun lokasi Taman Bacaan Pelangi yang baru.

Masing-masing lokasi Taman Bacaan Pelangi memiliki sekitar 300 buku yang terdiri dari berbagai macam jenis, yaitu antara lain:

Cerita Rakyat dari Indonesia dan negara-negara lain: Untuk memperkenalkan legenda rakyat, kebudayaan dan tradisi yang hidup di daerah-daerah lain di Indonesia, dimana beberapa tradisi tersebut hampir punah karena tersisihkan oleh modernisasi. Disamping itu, cerita rakyat dari negara lain di dunia memberikan gambaran akan budaya yang ada di negara-negara lain.
Ensiklopedia Anak: Memberikan informasi secara sederhana dan menyenangkan melalui ilustrasi gambar tentang banyak hal, mulai dari kesehatan, kebersihan, lingkungan, alam, planet, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Cerita Petualangan: Membantu membangun daya imajinasi anak serta menstimulasi minat baca
Komik: Memperkenalkan anak-anak kepada komik-komik klasik yang disukai anak-anak di seluruh dunia, seperti Tintin dan Donal Bebek.

Lokasi

Fokus pertama kami adalah wilayah Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Wilayah Timur Indonesia masih sangat terbelakang dan belum berkembang. Masih banyak desa yang belum memiliki akses terhadap listrik dan air bersih, apalagi akses terhadap buku-buku bacaan.

Pendidikan adalah salah satu faktor kunci bagi perkembangan anak. Kami memulai proyek sosial ini? di Manggarai Barat, Flores dimana kami mendirikan perpustakaan kecil gratis bagi anak-anak yang tinggal di desa-desa terpencil. Kami ingin melihat mereka tersenyum gembira. Kami ingin memperluas wawasan mereka. Kami ingin membuat mereka berani untuk bermimpi, bertumbuh dewasa dan menjadi pribadi yang pintar, dan menjadi tumpuan masa depan bagi perkembangan masyarakat. Untuk semua itu, kami memulainya dengan satu langkah kecil, yaitu dengan berusaha membuat mereka menjadi gemar membaca dan menyediakan akses terhadap ilmu pengetahuan, melalui buku-buku bacaan.

Latar Belakang

Taman Bacaan Pelangi didirikan oleh Nila Tanzil, seorang wanita Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak Indonesia yang hidup di daerah-daerah terpencil.? Ketika bekerja di Taman Nasional Komodo, Nila merasa tersentuh oleh kehidupan masyarakat setempat yang sederhana dan merasa tergugah untuk berbuat sesuatu yang dapat membantu proses perkembangan mereka.

Pada November 2009, Nila mulai mengembangkan konsep Taman Bacaan Pelangi.

Dalam waktu satu bulan, sekitar 1,500 buku bacaan anak-anak berhasil didapatkan; dana sekitar Rp 15 juta rupiah berhasil dikumpulkan dari donatur; serta lokasi ideal untuk Taman Bacaan Pelangi di empat desa pertama berhasil ditemukan.

Taman Bacaan Pelangi yang pertama didirikan berada di Kampung Roe, Flores pada 5 Desember 2009.

Dalam waktu tiga bulan, empat Taman Bacaan berhasil didirikan di Kampung Melo, Kampung Nampar Macing, Kampung Roe dan Kampung Komodo.

Acara peresmian Taman Bacaan Pelangi diadakan pada 13 Maret 2010 di Sanggar Compang To’e, Kampung Melo, yang juga merupakan salah satu lokasi Taman Bacaan Pelangi. Acara itu dihadiri oleh lebih dari 200 orang, terdiri dari tokoh masyarakat, pemerintahan, kepala desa, LSM internasional, pelaku pariwisata, guru dan siswa-siswi sekolah dasar di desa lokasi Taman Bacaan Pelangi berada.

Pada April 2010, Taman Bacaan Pelangi mendirikan dua taman bacaan di Taman Nasional Komodo, yaitu di Kampung Rinca dan Kampung Papagarang. Dengan adanya kedua taman bacaan ini, maka kini Taman Bacaan Pelangi telah berdiri di enam lokasi yang berbeda di Manggarai Barat, Flores.

Rencana Selanjutnya
Kami sangat berterima kasih dan antusias dengan segala dukungan yang telah diberikan kepada Taman Bacaan Pelangi, baik dari masyarakat setempat, maupun dari para donatur dan sponsor. Rencana kami ke depan adalah:

Mendukung jejaring Taman Bacaan Pelangi di semua lokasi, termasuk rotasi buku antar lokasi
Mendirikan lebih banyak lagi taman bacaan di daerah-daerah terpencil di Flores Barat, Indonesia
Mereplikasi model Taman Bacaan Pelangi di daerah terpencil lainnya di Indonesia
Berkolaborasi dengan organisasi nirlaba lainnya serta sektor swasta di dalam pengadaan buku-buku, sehingga dapat menjangkau lebih banyak anak-anak yang tinggal di pelosok daerah.
Taman Bacaan Pelangi sungguh sebuah inspirasi yang hebat demi sumber daya manusia generasi penerus cita-cita bangsa yang handal dan mampu bersaing dalam tuntutan dan tangan pembangunan yang kian berat dan kompleks.(moral-politik)

Andreas Ola bantah besarnya kerugian negara yang dihitung BPKP NTT

Add Comment
20.36

Andreas Ola bantah besarnya kerugian negara yang dihitung BPKP NTT

Larantuka - Andreas Ola, tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung dan rehab ruang kelas baru SMKN 3 Kupang tahun anggaran 2010-2011 membantah besarnya kerugian negara dalam kasus itu.

Andreas Ola melalui kuasa hukumnya Erest Kause kepada Moral-politik.com, Kamis (21/11/2013) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang mengatakan, besarnya kerugian dalam kasus itu tidak demikian.

Erest mengatakan kerugian negara sesuai audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BKPK) perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan sebesar Rp 260 juta.

Ditegaskannya, besarnya kerugian sebenarnya tidak mencapai demikian karena kwitansi lainnya mengenai pengeluaran proyek itu hingga saat ini belum dilakukan perhitungan oleh BPKP NTT.

“Besarnya kerugian negara sesuai hasil audit yang dilakukan BPKP NTT tidak demikian karena tidak semua kwitansi dihitung oleh BPKP NTT,“ katanya.

Erest menjelaskan, kwitansi lainnya belum sempat dilakukan perhitungan oleh BPK NTT karena sebagian kwitansi masih berada pada tangan tsk, dan belum juga diserahkan kepada bendahara, namun BPKP NTT telah usai menghitung kerugian negara.

Untuk itu, katanya, kerugian negara dalam kasus itu sebenarnya tidak mencapai Rp 260 juta. Kerugian yang sebenarnya dalam kasus itu berkisar hingga 100 juta lebih, tidak mencapai seperti yang diperhitungkan BPKP NTT.

Namun, jelasnya, tsk mengakui kesalahannya dalam kasus itu yakni membuat kwitansi palsu untuk disesuaikan dengan pengeluaran keuangan dalam p0royek pembangunan dan rehab ruang kelas baru SMKN 3 Kupang.(moral-politik)

PMKRI Kupang minta Kejati NTT periksa Gubernur NTT

Add Comment
18.01
PMKRI Kupang, Kejati NTT,Gubernur NTT,bansos

PMKRI Kupang minta Kejati NTT periksa Gubernur NTT


Larantuka - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT segera memeriksa Gubernur NTT terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) selama tiga tahun berturut-turut (2010, 2011 dan 2012). Desakan PMKRI itu tertuang dalam salah satu pernyataan sikapnya saat menggelar unjuk rasa di Kejati NTT, Selasa (12/11/2013).

Selain meminta agar Gubernur NTT diperiksa, PMKRI juga mendesak kejati lebih repsonsif dan menindaklanjuti setiap temuan BPK yang berindikasi unsur pidana. PMKRI juga meminta kejati agar lebih independen dalam mengusut dan menyelesaikan masalah-masalah korupsi di NTT. Berikutnya, mendesak kejati memeriksa pihak terkait dalam temuan BPK NTT.

Aksi unjukrasa yang diikuti puluhan aktivis PMKRI ini menggunakan satu unit mobil pick up dan beberapa sepeda motor. Aksi ini dimulai dengan berjalan kaki dari Marga PMKRI Kupang di depan Mapolda NTT menuju Kantor Kejati NTT.

Mereka membawa serta spanduk bertuliskan Kejati NTT segera tuntaskan Bansos NTT, dan poster bertuliskan Kejati NTT dimakan rayap, Bansos lenyap, NTT butuh pahlawan untuk berantas korupsi, Kejati NTT diam, Bansos 2009, 2010,2011 dan 2012 merayap.

Tiba di gerbang Kantor Kejati NTT, puluhan aktivis ini tidak langsung masuk karena pintu gerbang ditutup rapat dan dijaga ketat aparat kepolisian. Pihak kejati lalu meminta lima perwakilan aktivis untuk berdialog di dalam kantor.

Lima perwakilan aktivis itu antara lain Koordinator Umum Jecko Jewata, Koordinator Lapangan Igo Melkior, Sekjen Bonefasius Jehadin, dan dua perwakilan lainnya.

Mereka diterima dua pejabat Kejati NTT, yakni Asisten Bidang Intelijen (Asintel) Paris Pasarribu, dan Asisten Bidang Pidana Khusus (Aspidsus) Gasper Kase di ruang kerja Asidsus.(moralpolitik)

Forum Penyelamat Lewotanah Lembata Minta Bupati Mundur dari Jabatannya

Add Comment
07.43
Forum Penyelamat Lewotanah Lembata, Bupati lembata, turunkan bupati lembata

Forum Penyelamat Lewotanah Lembata Minta Bupati Mundur dari Jabatannya

Larantuka - Wakil Ketua 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Lembata, yang sekaligus adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Lembata, Hyasintus Tibang Burin meneteskan air mata saat memberikan pendapat terkait tuntutan Forum Penyelamat Lewotanah Lembata yang meminta Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur mundur dari jabatannya.

Mengaku dengan agak berat, demikian Hyasintus Burin, dirinya menyatakan siap mendukung apa yang disampaikan forum hari itu yakni permintaan agar bupati Lembata mundur dari jabatannya.

"Saya secara pribadi dan sebagai ketua partai siap dukung apa yang disampaikan hari ini. Saya tidak tegah menyatakan ini, saya mohon maaf kepada semua pihak tentang situasi kita saat ini," tandas Hyasintus Burin.

Yang disampaikan oleh forum, kata Hyasintus merupakan langkah awal. Karena menentukan benar dan salah itu membutuhkan proses.

Tetapi siapa saja, termasuk bupati Lembata, adalah seorang manusia yang tidak sempurna. Pelanggaran hukum menjadi bagian dari kehidupan  kita semua sebagai manusia. Karena itu kita perlu melihat dan mengoreksi diri masing-masing.

Reaksi sedih ketua DPC PDIP Lembata itu setelah  ketua fraksi PDIP Lembata, Felisianus Korpus dan Anggota Fraksi PDIP, Yakobus Liwa menyatakan siap mendukung di belakang masyarakat Lembata untuk melengserkan bupati jika itu adalah kehendak masyarakat Lembata.(poskupang)

Spesis Ikan Wrasse Digemari Penyelam dan Fotografer Bawah Air

Add Comment
06.45
Spesis Ikan. Wrasse Digemari Penyelam, Fotografer Bawah Air,flores,komodo


Spesis Ikan Wrasse Digemari Penyelam dan Fotografer Bawah Air

Larantuka - Kelompok ilmuwan Indonesia dan Amerika Serikat baru saja mendeskripsikan sebuah spesies ikan wrasse baru yang ditemukan di perairan Flores - Nusa Tenggara Timur, dan menamakannya sesuai dengan nama ilmuwan Indonesia.

Ikan tersebut dinamakan Paracheilinus rennyae sebagai apresiasi atas kontribusi ilmiah ahli ikan Renny Kurnia Hadiaty dari Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cibinong.

Deskripsi ikan tersebut, yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati Indonesia dan lembaga Conservation International Indonesia, baru saja dipublikasikan dalam edisi akhir tahun jurnal Aqua, International Journal of Ichthyology.

"Saya sangat tersanjung dengan penghargaan ini, bukan hanya karena ikan ini adalah spesies ikan yang cantik, tetapi juga karena penulis utama dari deskripsi tersebut adalah rekan dekat saya dan seorang ahli ikan internasional yang terkenal, Gerald Allen," kata Renny, kurator koleksi ikan di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Divisi Zoologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI.

Ikan wrasse yang sangat cantik tersebut hanya dijumpai di terumbu-terumbu karang  wilayah barat daya Pulau Flores dan Taman Nasional Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Meskipun ikan tersebut adalah spesies ke-17 yang diketahui dari kelompok ikan flasherwrasse, namun ikan  ini memiliki keunikan dalam hal pola warnanya, terutama bentuk bulat dari sirip punggung, sirip anal dan ekor. Spesies baru  ini terbukti secara genetik berbeda dengan semua flasherwrasse lain yang diketahui di kawasan Segitiga Karang. Kerabat terdekatnya adalah Paracheilinus angulatus dari Kalimantan Timur, Brunei, Sabah dan Filipina Selatan.

Ikan-ikan flasherwrasse dengan cepat menjadi kelompok ikan favorit di kalangan penyelam dan fotografer bawah air karena pola warna biru elektrik dan merah, yang hanya ditampilkan sebagai bagian dari ritual kawin harian mereka yang biasanya terjadi sekitar satu jam sebelum matahari terbenam.

Suster dan pastor advokasi kasus pembantu yang dihamili Bupati

Add Comment
15.28
Suster dan pastor advokasi kasus pembantu yang dihamili Bupati,sikka,maumere,maria sisilia natalia,bupati ngada


Suster dan pastor advokasi kasus pembantu yang dihamili Bupati

Larantuka - Para suster dan pastor di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang berupaya mengadvokasi kasus yang dialami Maria Sisilia Natalia, mantan pembantu Bupati Ngada, Marianus Sae.

Menurut Suster Eustochia Monika Nata SSpS, Ketua Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), Natalia melahirkan seorang bayi laki-laki pada 7 Mei 2012, hasil hubungannya dengan Bupati Marianus. Namun, bupati selalu membantah hal ini.

“Kami punya data berupa catatan, surat kuasa, rekaman, video wawancara. Semua data itu menyebutkan bahwa ayah biologis anak dari Maria Sisilia Natalia adalah Bupati Ngada”, kata Suster Eustochia dalam konferensi pers di Maumere, Kamis (7/11), dimana ia didampingi Pastor Otto Gusti Madung SVD, Pastor Ignas Ledot SVD, beberapa suster dan aktivis kemanusiaan lain.

Ia menambahkan, “Semua data kami miliki, kami pegang dan kami simpan. Jika, ada pihak yang melaporkan kasus ini, kami siap menjadi saksi hukumnya.”

Pernyataan ini, kata dia, ingin mengklarifikasi berita yang dimuat beberapa media lokal beberapa minggu terakhir sekaligus membantah pernyataan Bupati Marianus dalam video berjudul “Klarifikasi Bupati Ngada di depan Rakyatnya” yang di-upload di Youtube pada 29 Oktober 2013.

Dalam video tersebut, Bupati Marianus mengatakan, berita tentang skandalnya dengan Natalia adalah bohong dan bagian dari strategi lawan politik untuk menjatuhkan pamornya.

Suster Eustachia menekankan,  bukan hanya TRUK-F yang siap menjadi saksi di depan sidang peradilan, tetapi pihak Komnas Perempuan pun bersedia untuk menjadi saksi ahli atas kasus ini.

“Kami memiliki bukti yang kuat dan yang jelas klarifikasi atau bantahan Bupati itu adalah bentuk pembelaan diri”, tegasnya.

TRUK-F juga menunjukkan surat kuasa dari Natalia yang melimpahkan proses penyelesaian kasus ini kepada Divisi Perempuan TRUK-F.

Dalam kesempatan tersebut, Suster Eustochia juga menjelaskan, sebelumnya Bupati Marianus menawarkan Divisi Perempuan TRUK-F untuk bernegosiasi dengannya, tanpa menjelaskan dengan detail apa yang ingin dibicarakan dalam negosiasi tersebut.

Bupati Marianus meminta agar Sr. Eustochia SSpS mau berangkat ke Denpasar, Bali seorang diri untuk bertemu dengannya. Namun, hal ini ditolak oleh TRUK-F.(ucanews)

Bupati Flotim Terlibat Pungli 1 Juta/Desa ?

Add Comment
13.42

Bupati Flotim Terlibat Pungli 1 Juta/Desa ?

Larantuka - Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERTAK) Flores Timur, kembali menyambangi Kejari Larantuka pada Jumat (25/10/2013) untuk menyampaikan informasi tambahan yang memuat keterangan dari saksi petunjuk dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) Rp. 1 juta/desa. Dugaan pungutan dengan tersangka Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Flores Timur Ramly Lamanepa, S.Sos, dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Informasi tambahan yang tertuang dalam surat bernomor 11/GERTAK-FLOTIM/X/2013 diserahkan langsung oleh Koordinator Gertak Flotim Yohanes Kanisius Ratu Soge kepada Dony staf pada seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Larantuka. Ratu Soge yang menghubungi wartwan dari Larantuka menyebutkan, informasi tambahan yang Gertak sodorkan ke Kejari Larantuka berupa keterangan dari Saudara Ajis Begu Tokan yang kini berdomisili di Jakarta. Kepada Gertak, Ajis Begu menerangkan bahwa menurut pengakuan langsung Simon Soge yang kesehariannya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keuangan pada BPMPD Kab. Flotim bahwa Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin, S.Sos yang memerintahkan Simon Soge untuk membawa uang yang dipungut dari desa-desa ke Jakarta.

“Hal mana saudara Ajis Begu Tokan menyampaikan keterangan kepada kami berdasarkan pengakuan saudara Simon Soge bahwa keseluruhan uang pungutan telah dibawahnya ke Jakarta atas perintah Bupati Flotim. Uang tersebut telah diserahkan oleh saudara Simon kepada seseorang yang tidak ia kenal untuk kepentingan biaya pembuatan proposal dan upaya – upaya untuk memperlancar urusan kedalam atau loby,” tegas Ratu Soge.

Ia mengatakan, keterangan dari saudara Azis Begu dapat dijadikan sebagai saksi petunjuk untuk menelusuri keterlibatan Bupati Flotim dalam kasus dugaan pungli Rp. 1 Juta/desa dan mengungkap kemana aliran uang yang dipungut dari desa-desa di Flotim sampai ke oknum-oknum tertentu di Jakarta. Menurut Ratu Soge, Ajis Begu dapat dijadikan sebagai saksi petunjuk bagi pihak Kejari Larantuka untuk dapat memeriksa Simon Soge — Kasubag Keuangan pada BPMD PD Flotim sebagai saksi yang sesungguhnya dalam dugaan pungli di Flotim.

“Bahkan Ajis Begu pun siap diperiksa oleh pihak Kejari untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait pengakuan Simon Soge kepadanya. Oleh karena itu berdasarkan informasi Gertak, kami mendesak Kejari Larantuka untuk memanggil Ajis Begu dan Simon Soge untuk diperiksa masing-masing sebagai saksi, sehingga kemana aliran uang pungli dapat diungkap secara terang benderang, selain itu juga penting bagi pihak Kejari dalam mengungkap aktor dibalik dugaan pungli serta membongkar sindikat praktek uang beli uang dari Flotim hingga ke Jakarta”, ujar Ratu Soge.

Ditambahkannya, hal yang patut dipertanyakan juga ialah sumber dana pengembalian uang yang telah di pungut ke masing-masing desa. Uang hasil pungutan telah diserahkan kepada pihak pembuat proposal. Dengan demikian, maka patut dipertanyakan ketika telah terjadi adanya pengembalian uang kepada desa – desa yang dipungutn dari manakah uang yang dimanfaatkan untuk pengembalian itu. Ratu Soge menduga, uang pengembalian itu diambil dari APBD Kabupaten Flores Timur.

“Dalam kasus ini, Gertak menilai telah terjadi penyuapan untuk mendapatkan jawaban atas proposal itu. Gertak akan terus memantau respon pihak Kejari sejak menerima informasi tambahan yang diberikan, mengingat penanganan kasus pungli ini sudah berulang tahun baru mau dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Kupang. Mengingat saksi merupakan salah satu aspek yang sangat penting mengungkap sebuah kasus secara terang benderang, maka kami sangat mengharapkan pihak Kejari untuk lebih pro aktif memeriksa atau meminta keterangan saudara Ajis Begu sebagai saksi petunjuk, dalam penuntasan kasus pungli” tukas Ratu Soge.

Asal tahu saja, kasus pungutan liar Rp 1 juta rupiah perdesa di Flotim mulai mencuat ke permukaan, sejak Gertak melaporkan ke Kejari Larantuka pada bulan Agustus 2012 lalu. Sekitar sebulan yang lalu pihak Kejari Larantuka telah menetapkan Kepala BPMD Ramli Lamanepa sebagai tersangka. Belum lama ini, Kajati NTT Mangihut Sinaga, S.H memerintahkan Kejari Larantuka untuk memeriksa Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin, S.Sos dan memerintahkan Kejari Larantuka untuk segera melimpahkan kasus dugaan pungli tersebut ke Pengadilan Tipikor Kupang.(savanaparadise)

Tebar Cinta Di Larantuka

Add Comment
22.01

Tebar Cinta Di Larantuka

Larantuka - Pengalamanya sebagai kepala keluarga membentuk rasa solidaritas di dalam dirinya.Rasa itu pula yang memacu dia untuk menjadikan rekan-rekan senasibnya sebagai manusia berdaya.

Suatu hari di Larantuka, NTT. Sebuah rumah dipadati oleh puluhan perempuan, tua dan muda. Mereka tengah berdoa dengan melantunkan kidung-kidung pujian. Tak lama kemudian, acara doa itu pun usai. Beberapa perempuan setengah baya menghampiri seorang perempuan berjilbab. Memeluk dan membanjiri dia dengan doa-doa penuh kasih. Diantara mereka bahkan ada yang menangis haru kala melakukannya.

Nani Zulminarni tak mungkin melupakan peristiwa hampir sepuluh tahun silam itu. Sebagai seorang muslimah, dirinya merasa kaget bercampur haru.Pikirnya, bagaimana bisa mereka mau merayakan ulang tahunnyanya sekaligus mendoakan secara tulus seseorang yang secara formal berbeda keyakinan dengan mereka? "Tapi itu terjadi, dan saya sadar secara batin kami telah diikat dalam sebuah bentuk persaudaraan yang melampau batas agama dan etnik,"ujar perempuan kelahiran Ketapang, 10 September 1962 itu.

Rasa persaudaraan yang disebarkan oleh Nani berawal dari suatu tawaran di tahun 2000. Saat itu, seorang rekannya di Komisi Nasional Hak Asasi Perempuan (Komnas Perempuan), meminta tolong kepada dia untuk mendokumentasikan kehidupan para janda korban konflik di seluruh Indonesia. Tapi tidak serta merta Nani menerima permintaan itu. Dia malah berpikir,"Kenapa hanya sekadar mendokumentasikan? Tidak lebih baikkah kalau mereka sekaligus diberdayakan?"

Sebelum mengiyakan permintaan itu, Nani memutuskan untuk turun langsung terlebih dahulu ke beberapa daerah konflik.Di Aceh, Maluku dan Kalimantan Barat,Nani melihat kenyataan para janda korban konflik hidup dalam penderitaan yang berlipat ganda. Selain harus melawan stigma sosial sebagai janda, mereka juga harus menghidupi anak-anaknya,"Belum masalah menghadapi trauma psikologis akibat pembantaian suami-suami mereka."

Nani sadar akan penderitaan mereka. Sebagai seorang yang baru ditinggal suami, dia pun dapat merasakan beratnya perjuangan mereka mengurus keluarga. "Saya yang memiliki posisi agak baik dibanding mereka saja, merasa begitu berat secara psikologis, hukum dan sosial, apalagi mereka"kata ibu dari tiga orang putera itu.

Hampir di setiap kawasan, Nani menemukan masyarakat selalu menempatkan janda dalam posisi yang sulit. Kontruksi sosial selalu mengaitkan para janda hanya dengan status pernikahan dan nilai-nilai.Sedang posisi mereka yang menjadi pengganti suami dalam menghidupi keluarga malah justru ternafikan."Secara sosial, mereka tidak diakui sebagai kepala keluarga,kendati tiap hari mereka bekerja cari kayu bakar ke hutan dan melaut untuk menghidupi keluarganya,"ujar lulusan Fakultas Perikanan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Itulah yang membuat Nani memutuskan untuk mengganti istilah "janda" dengan pekka atau perempuan kepala keluarga.Istilah itu diambil Nani dari versi bahasa Inggris "female headed house hold"."Saya pikir istilah itu 'lebih manusiawi" mengingat istilah janda sudah terlanjur berlumur tinta hitam,susah sekali untuk membersihkannya,"tulis Nani dalam Jejak Air, sebuah buku biografi politiknya.

Tidak hanya berwacana, pada Desember 2001 Nani meluncurkan sebuah program. Dia memberinya nama Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga atau disingkat Program Pekka.Hingga saat ini Program Pekka sudah mengkoordinasi sekitar 10.000 rumah tangga di 8 provinsi.

Bentuk kegiatan Program Pekka meliputi berbagai hal. Mulai dari pemberdayaan ekonomi para perempuan kepala keluarga hingga perajutan kembali hubungan sosial di antara para perempuan korban konflik. Caranya antara lain dengan, "Kami membentuk unit-unit usaha, membentuk koperasi dan menjalankan unit simpan pinjam," ungkap Koordinator Nasional Program Pekka tersebut.

Semua aktifitas itu menjadikan para perempuan kepala keluarga menjadi berdaya di masyarakat. Mereka tidak harus tergantung lagi kepada rasa belas kasihan.Otomatis rasa percaya diri pun bertambah. Karena terbiasa diskusi, beberapa perempuan kepala keluarga malah menjadi tokoh di lingkungan masyarakatnya. Bahkan di sebuah desa di NTT, seorang perempuan yang aktif di Program Pekka dipercaya masyarakat untuk memangku jabatan Kepala Desa.

Kendati sudah bisa dikatakan berhasil, tidak berarti Nani berpuas diri. Bersama 32 tenaga lapangannya, tak jarang dia masih terjun langsung ke daerah. Menurutnya, ada sebentuk kepuasan spiritual jika dia bertemu dan bisa bertukar pandangan dengan sesama perempuan kepala keluarga."Kami memang sudah seperti saudara yang saling menyintai,"katanya.

Ya, cinta memang telah menyatukan semua. Atas namanya, ribuan perempuan dari ujung Barat hingga Timur merajut sebuah persaudaraan yang indah. Tanpa kecurigaan, tanpa rasa benci. Tanpa batas suku, tanpa batas agama. Seperti yang ditebarkan Nani dan para perempuan Katholik itu di Larantuka. ( islamindonesia )

Ingat Jangan Klaim - Tolak DOB Usulan Adonara

Add Comment
07.46
ingat jangan klaim, tolak dob adonara, adonara

Ingat Jangan Klaim - Tolak DOB Usulan Adonara

Larantuka - Masih dalam Topik Tolak Usulan DOB Adonara, Christo Kabelen mengatakan dalam akun Face Booknya, Dalam hasil kajian studi kelayakan dari UGM yang telah dilakukan, dikatakan bahwa, "Secara prosedural, proses pengusulan pembentukan Kabupaten Adonara masih menggunakan PP Pemekaran lama, PP No. 129/2000, yang menggunakan indikator aspirasi berupa dukungan ormas, individu, dan panitia pembentukan. Dalam dokumen usulan pemekaran Adonara pun, aspirasi masyarakat direpresentasikan oleh keberadaan Forum Komunikasi Pembentukan Adonara Kabupaten (FPArK) dan sejumlah dokumen tanda tangan individu yang DIKLAIM sebagai bentuk dukungan. Dengan menggunakan ukuran PP 78, dokumen dukungan tersebut tentu saja tidak memenuhi kriteria, dan oleh karenanya masyarakat dan para pejuang pemekaran Adonara harus kembali berkonsolidasi untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi kabupaten tersendiri dengan menggelar forum-forum musyawarah di semua desa yang kelak menjadi calon wilayah kabupaten baru."

Kalau Forum Kelompok Diskusi Satu Lamaholot menolak DOB KA maka tidak asal tolak. Kami menolak karena berdasarkan hasil kajian yang sudah ada dan yang telah dipublikasikan dan hasil diskusi kami. So, masyarakat mana yang merindukan DOB KA? Jangan sampe mengklaim lagi lah. Bisa-bisa toran yang muda po mengklaim diri sebagai orang tua. Ataukah para orang tua harus diingatkan lagi bagaimana dengan masa muda mereka. Takutnya para orang tua tidak pernah mengalami masa muda

Oleh karena itu, saran dari hasil kajian studi kelayakan yang sudah ada ini harus ditindak lanjuti. Biar semua masyarakat Adonara yg berada di Adonara dan masyarakat Adonara diaspora bisa tahu kerja dari para pengKLAIM!!! ( Flores Blog Community )

Forum Satu Lamaholot Tolak Usulan DOB Adonara

Add Comment
07.04

Forum Satu Lamaholot Tolak Usulan DOB Adonara

Larantuka - Forum Satu Lamaholot adalah Forum Pemuda dan Mahasiswa di pulau Jawa, Menurut Forum yang di ketuai Christo Kabelen ini,Usulan untuk meningkatkan status Adonara menjadi salah satu Daerah Otonomi Baru (DOB) bukanlah  solusi yang tepat untuk menjawabi permasalahan yang dihadapi masyarakat Adonara saat ini. Karena itu selain menolak DOB Adonara, DPR dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta untuk tidak menindaklanjuti usulan DOB Adonara persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Adonara saat ini, baik yang terlihat maupun yang belum terlihat, belum diselesaikan dan diketahui secara pasti.

“Kajian kelayakan Adonara sebagai daerah otonom yang telah dilakukan, hanya sebatas menjawab layak atau tidak layaknya Adonara sebagai daerah otonom, tanpa mengetahui dan mengkaji kebutuhan apa yang sedang dinantikan oleh masyarakat Adonara,” demikian yang tertulis dalam siaran pers.

Masih menurut siaran pers, Forum Satu Lamaholot menilai wacana soal Daerah Otonomi Baru Kabupaten Adonara, selalu saja dimunculkan dan menjadi bahan jualan menjelang momentum politik tertentu, karena itu terhadap DOB Adonara masih dibutuhkan kajian lanjutan yang lebih objektif, ilmiah, dan independen.(fbc)

Amerika Hutang 57 ribu Ton Emas Kepada Indonesia

Add Comment
04.50



Amerika Hutang 57 ribu Ton Emas Kepada Indonesia

Larantuka - "The Green Hilton Memorial Agreement" di Geneva pada 14 November 1963. Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia.



Perjanjian "The Green Hilton Memorial Agreement" di Geneva (Swiss) pada 14 November 1963


Dan, inilah perjanjian yang sering membuat sibuk setiap siapapun yang menjadi Presiden RI. Dan, inilah perjanjian yang membuat sebagian orang tergila-gila menebar uang untuk mendapatkan secuil dari harta ini yang kemudian dikenal sebagai "salah satu" harta Amanah Rakyat dan Bangsa Indonesia. Inilah perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta Abadi Ummat Manusia. Inilah kemudian yang menjadi sasaran kerja tim rahasia Soeharto menyiksa Soebandrio dkk agar buka

mulut. Inilah perjanjian yang membuat Megawati ketika menjadi Presiden RI menagih janji ke Swiss tetapi tidak bisa juga. Padahal Megawati sudah menyampaikan bahwa ia adalah Presiden RI dan ia adalah Putri Bung Karno. Tetapi tetap tidak bisa. Inilah kemudian membuat SBY kemudian membentuk tim rahasia untuk melacak harta ini yang kemudian juga tetap mandul. Semua pihak repot dibuat oleh perjnajian ini.


Perjanjian itu bernama "Green Hilton Memorial Agreement Geneva". Akta termahal di dunia ini diteken oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961. Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan

emas batangan senilai lebih dari 57 ribu ton emas murni yang terdiri dari 17 paket emas dan pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS).


Pada dokumen lain yang tidak dipublikasi disebutkan, atas penggunaan kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada Indonesia. Hanya saja, ketakutan akan muncul pemimpinan yang korup di Indonesia, maka pembayaran fee tersebut tidak bersifat terbuka. Artinya hak kewenangan pencairan fee

tersebut tidak berada pada Presiden RI siapa pun, tetapi ada pada sistem perbankkan yang sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga pencairannya bukan hal mudah, termasuk bagi Presiden AS sendiri.


Account khusus ini dibuat untuk menampung aset tersebut yang hingga kini tidak ada yang tahu keberadaannya kecuali John F Kennedy dan Soekarno sendiri. Sayangnya sebelum Soekarno mangkat, ia belum sempat memberikan mandat pencairannya kepada siapa pun di tanah air. Malah jika ada yang mengaku bahwa dialah yang dipercaya Bung Karno untuk mencairkan harta, maka dijamin orang tersebut bohong, kecuali ada tanda-tanda khusus berupa dokumen penting yang tidak tahu siapa yang menyimpan hingga kini.


Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat tersebut kepada, Vatikan, Paus sempat bertanya apakah Indonesia telah menyetujuinya.


Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut menanda tangani suatu kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, Vatikan berpesan agar Indonesia diberi bantuan. Mungkin bantuan IMF sebesar USD 2,7 milyar dalam fasilitas SDR (Special Drawing Rights) kepada Indonesia pertengahan tahun lalu merupakan realisasi dari kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan.


Oleh Bank Indonesia memang bantuan IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat

cadangan devisa negara. Kalau benar itu, maka betapa nistanya rakyat Indonesia. Kalau benar itu terjadi betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. Kalau ini benar terjadi betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar Amerika.


Aset itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di Indonesia.



Asal Mula Perjanjian "Green Hilton Memorial Agreement"

Setelah masa perang dunia berakhir, negara-negara timur dan barat yang terlibat perang mulai membangun kembali infrastrukturnya. Akan tetapi, dampak yang telah diberikan oleh perang tersebut bukan secara materi saja tetapi juga secara psikologis

luar biasa besarnya. Pergolakan sosial dan keagamaan terjadi dimana-mana. Orang-orang ketakutan perang ini akan terjadi lagi. Pemerintah negara-negara barat yang banyak terlibat pada perang dunia berusaha menenangkan rakyatnya, dengan mengatakan bahwa rakyat akan segera memasuki era industri dan teknologi yang lebih baik. Para bankir Yahudi mengetahui bahwa negara-negara timur di Asia masih banyak menyimpan cadangan emas. Emas tersebut akan di jadikan sebagai kolateral untuk mencetak uang yang lebih banyak yang akan digunakan untuk mengembangkan industri serta menguasai teknologi. Karena teknologi Informasi sedang menanti di zaman akan datang.


Sesepuh Mason yang bekerja di Federal Reserve (Bank Sentral di Amerika) bersama bankir-bankir dari Bank of International Settlements / BIS (Pusat

Bank Sentral dari seluruh Bank Sentral di Dunia) mengunjungi Indonesia. Melalui pertemuan dengan Presiden Soekarno, mereka mengatakan bahwa atas nama kemanusiaan dan pencegahan terjadinya kembali perang dunia yang baru saja terjadi dan menghancurkan semua negara yang terlibat, setiap negara harus mencapai kesepakatan untuk mendayagunakan kolateral Emas yang dimiliki oleh setiap negara untuk program-program kemanusiaan. Dan semua negara menyetujui hal tersebut, termasuk Indonesia. Akhirnya terjadilah kesepakatan bahwa emas-emas milik negara-negara timur (Asia) akan diserahkan kepada Federal Reserve untuk dikelola dalam program-program kemanusiaan. Sebagai pertukarannya, negara-negara Asia tersebut menerima Obligasi dan Sertifikat Emas sebagai tanda kepemilikan. Beberapa negara yang terlibat diantaranya Indonesia, Cina dan Philippina. Pada masa itu, pengaruh Soekarno sebagai pemimpin dunia timur sangat besar, hingga Amerika


merasa khawatir ketika Soekarno begitu dekat dengan Moskow dan Beijing yang notabene adalah musuh Amerika.


Namun beberapa tahun kemudian, Soekarno mulai menyadari bahwa kesepakatan antara negara-negara timur dengan barat (Bankir-Bankir Yahudi dan lembaga keuangan dunia) tidak di jalankan sebagaimana mestinya. Soekarno mencium persekongkolan busuk yang dilakukan para Bankir Yahudi tersebut yang merupakan bagian dari Freemasonry.


Tidak ada program-program kemanusiaan yang dijalankan mengunakan kolateral tersebut. Soekarno protes keras dan segera menyadari negara-negara timur telah di tipu oleh Bankir International.


Akhirnya Pada tahun 1963, Soekarno membatalkan perjanjian dengan para Bankir Yahudi

tersebut dan mengalihkan hak kelola emas-emas tersebut kepada Presiden Amerika Serikat John F.Kennedy (JFK). Ketika itu Amerika sedang terjerat utang besar-besaran setelah terlibat dalam perang dunia. Presiden JFK menginginkan negara mencetak uang tanpa utang.


Karena kekuasaan dan tanggung jawab Federal Reserve bukan pada pemerintah Amerika melainkan di kuasai oleh swasta yang notabene nya bankir Yahudi. Jadi apabila pemerintah Amerika ingin mencetak uang, maka pemerintah harus meminjam kepada para bankir yahudi tersebut dengan bunga yang tinggi sebagai kolateral. Pemerintah Amerika kemudian melobi Presiden Soekarno agar emas-emas yang tadinya dijadikan kolateral oleh bankir Yahudi di alihkan ke Amerika. Presiden Kennedy bersedia meyakinkan Soekarno untuk membayar bunga 2,5% per tahun dari nilai emas yang digunakan dan mulai berlaku 2 tahun setelah perjanjian ditandatangani. Setelah dilakukan MOU sebagai tanda persetujuan, maka dibentuklah Green Hilton Memorial Agreement di Jenewa (Swiss) yang ditandatangani Soekarno dan John F.Kennedy. Melalui perjanjian itu pemerintah Amerika mengakui Emas batangan milik bangsa Indonesia sebesar lebih dari 57.000 ton dalam kemasan 17 Paket emas.



Melalui perjanjian ini Soekarno sebagai pemegang mandat terpercaya akan melakukan reposisi terhadap kolateral emas tersebut, kemudian digunakan ke dalam sistem perbankan untuk menciptakan Fractional Reserve Banking terhadap dolar Amerika. Perjanjian ini difasilitasi oleh Threepartheid Gold Commision dan melalui perjanjian ini pula kekuasaan terhadap emas tersebut berpindah tangan ke pemerintah Amerika. Dari kesepakatan tersebut, dikeluarkanlah Executive Order bernomor 11110, di tandatangani oleh Presiden JFK yang memberi kuasa penuh kepada Departemen Keuangan untuk mengambil alih hak menerbitkan mata uang dari Federal Reserve. Apa yang pernah di lakukan oleh Franklin, Lincoln, dan beberapa presiden lainnya, agar Amerika terlepas dari belenggu sistem kredit bankir Yahudi juga diterapkan oleh presiden JFK. salah satu kuasa yang diberikan kepada Departemen keuangan adalah menerbitkan sertifikat uang perak atas koin perak sehingga pemerintah bisa menerbitkan dolar tanpa utang lagi kepada Bank Sentral (Federal Reserve)


Tidak lama berselang setelah penandatanganan Green Hilton Memorial Agreement tersebut, presiden Kennedy di tembak mati oleh Lee Harvey Oswald. Setelah kematian Kennedy, tangan-tangan gelap bankir Yahudi memindahkan kolateral emas tersebut ke International Collateral Combined Accounts for Global Debt Facility di bawah pengawasan OITC (The Office of International Treasury Control) yang semuanya dikuasai oleh bankir Yahudi. Perjanjian itu juga tidak pernah efektif, hingga saat Soekarno ditumbangkan oleh gerakan Orde baru yang didalangi oleh CIA yang kemudian mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Sampai pada saat Soekarno jatuh sakit dan tidak lagi mengurus aset-aset tersebut hingga meninggal dunia. Satu-satunya warisan yang ditinggalkan, yang berkaitan dengan Green Hilton Memorial Agreement tersebut adalah sebuah buku bersandi yang menyembunyikan ratusan akun dan sub-akun yang digunakan untuk menyimpan emas, yang terproteksi oleh sistem rahasia di Federal Reserve bernama The Black screen. Buku itu disebut Buku Maklumat atau The Book of codes. Buku tersebut banyak di buru oleh kalangan Lembaga Keuangan Dunia, Para sesepuh Mason, para petinggi politik Amerika dan Inteligen serta yang lainnya. Keberadaan buku tersebut mengancam eksistensi Lembaga keuangan barat yang berjaya selama ini.


Sampai hari ini, tidak satu rupiah pun dari bunga dan nilai pokok aset tersebut dibayarkan pada rakyat Indonesia melalui pemerintah, sesuai perjanjian yang disepakati antara JFK dan Presiden Soekarno melalui Green Hilton Agreement.


Padahal mereka telah menggunakan emas milik Indonesia sebagai kolateral dalam mencetak setiap dollar.

Hal yang sama terjadi pada bangsa China dan Philipina. Karena itulah pada awal tahun 2000-an China mulai menggugat di pengadilan Distrik New York. Gugatan yang bernilai triliunan dollar Amerika Serikat ini telah mengguncang lembaga-lembaga keuangan di Amerika dan Eropa. Namun gugatan tersebut sudah lebih dari satu dasawarsa dan belum menunjukkan hasilnya. Memang gugatan tersebut tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran yang tinggi, karena bukan saja berhadapan dengan negara besar seperti Amerika, tetapi juga berhadapan dengan kepentingan Yahudi bahkan kabarnya ada kepentingan dengan Vatikan. Akankah Pemerintah Indonesia mengikuti langkah pemerintah Cina yang menggugat atas hak-hak emas rakyat Indonesia yang bernilai Ribuan Trilyun Dollar… (bisa untuk membayar utang Indonesia dan membuat negri ini makmur dan sejahtera)? (beritasatu

>>
Langganan: Postingan (Atom)

Pembentukan Provinsi Flores

Entri Populer

  • Semana Santa seharusnya lebih tertib lagi
    Semana Santa seharusnya lebih tertib lagi SEMANA SANTA Bukan merupakan  DEVOSI untuk memperingati sengsara yesus kristus wafat Tetap...
  • Pemerintah sudah siap menerima kehadiran wisatawan di Lewoleba walaupun tidak sesuai dengan jadwal
    Pemerintah sudah siap menerima kehadiran wisatawan di Lewoleba walaupun tidak sesuai dengan jadwal walaupun tidak sesuai dengan jadwal...
  • Pencatatan Kependudukan masih diskriminatif soal keyakinan
    Pencatatan Kependudukan masih diskriminatif soal keyakinan Larantuka - Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Pe...

Label

  • Banten
  • BERITA
  • BOOKING PESAWAT DAN HOTEL
  • DAERAH
  • HEALTH
  • HP/KAMERA/LAPTOP
  • INTERNASIONAL
  • Jakarta
  • kupang
  • LARANTUKA
  • Lembata
  • manggarai barat
  • NASIONAL
  • ngada
  • ONLINE SHOP
  • OPINI
  • PAPIST
  • PARIWISATA
  • SEPAK BOLA
  • WISATA ALAM
  • WISATA ROHANI
| Copyright © 2014 : LARANTUKA | Design By : JMW, Published byJMW | Powered By : Blogger | Google | Alexa |