LARANTUKA

Larantuka - Kota Reinha

  • Beranda
  • BERITA
  • OPINI
  • PARIWISATA
  • Translate
Home → Semua Post Berkategori kupang
Tampilkan postingan dengan label kupang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kupang. Tampilkan semua postingan

Komunitas muslim Kupang silaturahim jelang Maulid Nabi

2 Comments
07.34
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
di salah satu Masjid.
Komunitas muslim Kupang silaturahim jelang Maulid Nabi

Larantuka - Komunitas muslim di sekitar Masjid Agung Al-Baitul Qadim Air Mata Kupang menggelar silaturahim bersama menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

"Silaturahim antarumat muslim dalam Kelurahan Air Mata ini untuk lebih mengeratkan hubungan dalam melakukan persiapan menyambut peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW 1435/2014," kata Ketua Panitia Penyelenggara Slamet Talid di Kupang, Senin.

Menurut dia, kegiatan yang menonjol menjelang puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah arak-arakan yang akan dilepas oleh Wali Kota Kupang Jonas Salen.

Umat muslim akan melakukan doa khusus di masjid tua yang merupakan lambang masuknya agama Islam pertama di Tanah Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Doa khusus itu akan dipimpin Imam Masjid H Abdurahim Mustafa dan diikuti seluruh umat yang hadir pada kesempatan itu hingga larut malam," katanya.

Menurut Slamet kegiatan silaturahim dengan kegiatan arak-arakan dan zikir menjelang hari raya kelahiran Nabi Muhammad SAW seperti ini, sudah mentradisi sejak 200 tahun yang lampau ketika masa kepemimpinan almarhum H Birando Bin Tahir.

Selama itu, pendiri Masjid Agung Al-Baitul Qadim Air Mata yang merupakan masjid pertama dan tertua di Pulau Timor bagian barat Nusa Tenggara Timur.

Sesuai tradisi, dua minggu menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, para imam masjid dalam Kota Kupang dikumpulkan dan diminta agar acara peringatan dilakukan pertama di masjid yang dikenal sebagai simbol pemersatu itu.

Setelah upacara di masjid pemersatu tersebut, baru diikuti komunitas muslim lainnya di Masjid Kampung Solor, Bonipoi, Namosain dan Tesbata di wilayah Kabupaten Kupang.

Bibit pertama lahirnya muslim di Kota Kupang dan sekitarnya berasal dari Kampung Air Mata sejak Panglima Bangka Depati Amir dan Depati Hamzah dibuang oleh koloni Belanda ke Pulau Timor pada 1815.

Kedua kakak beradik itu, tidak hanya menggelorakan semangat perjuangan untuk melawan kolonialisme pada saat itu, tetapi menyebarkan pula agama Islam yang ditandai dengan pembangunan Masjid Al-Baitul Qadim di Kampung Air Mata.

Masjid yang telah berusia lebih adri 200 tahun itu dibangun pada tahun 1806 di atas tanah hibah dari Syaban bin Sanga Kala bersama Kyai Arsyad.

Konon, pembangunan masjid ini juga dibantu oleh warga Kristiani yang tinggal di sekitar Air Mata.

Syahban bin Sanga Kala adalah warga muslim pertama di Pulau Timor dari Pulau Solor, Flores Timur. Beliau berasal dari Mananga, Solor bagian barat.

Pembangunan masjid tersebut dengan memadukan seni arsitektur Cina dan Jawa dengan muatan unsur Arab dan Flora Timur.

Dengan ukuran 10x10 m, masjid ini berbentuk joglo beratap genteng. Pada tahun 1984, masjid tersebut dipugar total yang diprakarsai oleh imam H Birando bin Taher.

Aksi pemugaran ini didasarkan karena kondisi masjid ini sudah cukup memprihatinkan sehingga perlu direnovasi tanpa harus menghilangkan keasliannya.(antara)

Persidangan psikologi TKI Wilfrida Soik dilanjutkan

Add Comment
22.32


Persidangan psikologi TKI Wilfrida Soik dilanjutkan

Larantuka - Lanjutan sidang kasus Wilfrida Soik MINGGU ( 29/12 ) Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Kota Bahru, Malaysia, Hakim Azmad Zaidi memerintahkan Wilfrida Soik terdakwa kasus pembunuhan majikannya, menjalani evaluasi psikologi selama 10 hari di Rumah Sakit Permai, Johor.

Pemeriksaan kesehatan TKI asal Nusa Tenggara Timur ini di lakukan di RS Permai Johor.

Kondisi kejiwaannya yang harusnya diputuskan pada sidang Minggu diperpanjang untuk pemeriksaan silang forensik kejiwaan ke keluarga, kata Hakim Zaidi seperti dilaporkan sejumlah media Malaysia.

Sementara itu, anggota DPR dari Komisi IX Rieke Dyah Pitaloka mengatakan ia menghimbau pemerintah agar terlibat aktif dan memantau perkembangan kasus ini.

"Termasuk menerima bukti-bukti tambahan dari masyarakar sipil terutama pemerhati masalah TKI agar memperingan hukuman Wilfrida," kata Rieke dalam keterangan tertulis kepada BBC.

Hakim juga mengabulkan permohonan kuasa hukum Wilfrida untuk memeriksa ulang saksi-saksi kunci yang diharapkan bisa menjadi kesaksian meringankan untuk Wilfrida guna mengungkap fakta bahwa ia masih berusia di bawah umur (18 tahun) dan korban perdagangan manusia.( wilfrida di bawah umur )

Persidangan akan dilanjutkan secara maraton pada bulan Januari 2014 tepatnya pada tanggal 12, 19, 26 dan 29.

Keterangan saksi kunci pada sidang mendatang penting untuk menentukan apakah Wilfrida layak atau tidak layak diadili dengan Kanun Keseksaan Artikel 302 dengan ancaman hukuman mati.

Sidang ini dipantau oleh Komisi HAM Malaysia, SUHAKAM.(*//bbc)

Satpol PP Jadi Tersangka Pemblokiran Bandara Turelelo

Add Comment
21.12


Satpol PP Jadi Tersangka Pemblokiran Bandara Turelelo

Larantuka - Penyidik Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pemeriksaan terhadap oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ngada, NTT sebagai tersangka pemblokiran Bandara Turelelo Soa.

Demikian diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah NTT Brigjen Pol I  Ketut Untung Yoga Anna melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa (24/12/2013). "Kita memeriksa oknum anggota Satpol PP Ngada sebagai tersangka," kata Untung.

Selain melakukan pemeriksaan terhadap oknum Satpol PP, kepolisian pun melakukan pemeriksaan terhadap pengelola otoritas Bandara Turelelo Soa.

"Proses hukum tetap berjalan, sekarang melengkapi kesaksian dari komponen pada otoritas Bandara Soa," katanya.

Proses hukum tetap berjalan, sekarang melengkapi kesaksian dari komponen pada otoritas Bandara Soa. Dikatakannya, pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut.

Kepolisian masih mendalami keterlibatan orang-orang yang terkait dengan kasus pemblokiran bandara tersebut.

"Tahap selanjutnya sesuai perkembangan fakta-fakata yang ditemukan dalam penyidikan," katanya.

Diberitakan sebelumnya,  Bupati Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Sae,  menyuruh petugas Satpol PP memblokir bandara Turelelo Soa, NTT, Sabtu (21/12/2013), karena bupati tak  kebagian tiket pesawat Merpati.

Akibat ulah bupati ini pesawat Merpati rute penerbangan Kupang-Bajwa yang mengangkut 54 orang penumpang tidak bisa mendarat di bandara tersebut. Pesawat Merpati dan penumpang  akhirnya kembali ke Bandara El Tari, Kupang.

Bandara Turelelo-Soa diblokir Satpol PP Ngada mulai pukul 06.15 Wita hingga pukul 09.00 Wita. Pesawat Merpati nomor penerbangan 6516 dari Kupang-Soa batal mendarat di Bandara Turelelo-Soa.

Pesawat yang sudah terbang sekitar 40 menit tersebut harus kembali ke Bandara El Tari Kupang. Padahal pesawat yang berangkat dari Kupang pukul 06.30 Wita dan seharusnya tiba di Bandara Soa pukul 08.00 Wita itu sudah berada di atas Pulau Flores.(trb)

Wujudkan Iklim Kondusif sebagai Bangsa Pejuang

Add Comment
14.32
PERIKSA PASUKAN. Irup Hari Juang Kartika,
Brigjen Achmad Yuliarto saat memeriksa pasukan saat upacara
di alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, Senin (16/12).

Wujudkan Iklim Kondusif sebagai Bangsa Pejuang


Larantuka - Hari Juang Kartika yang merupakan hari lahir TNI Angkatan Darat (AD), tahun ini genap berusia 68 tahun. Di NTT, jajaran Korem 161/Wirasakti memperingati itu dengan menggelar upacara di alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, Senin (16/12).


Komandan Korem (Danrem) 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Achmad Yuliarto tampil sebagai inspektur upacara pada peringatan yang dihadiri prajurit militer tiga matra, baik Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU), juga jajaran kepolisian, organisasi kepemudaan dan lainnya.


Brigjen Achmad saat membacakan sambutan Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jenderal TNI Budiman mengatakan, momentum peringatan hari Juang Kartika hendaknya dijadikan sebagai wahana melakukan introspeksi dan mawas diri terhadap pelaksanaan tugas yang telah dilakukan dalam kurun waktu satu tahun yang lalu. Disamping itu juga meneguhkan tekad dan memperbaharui semangat juang, untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pengabdian yang lebih baik, bagi pembangunan Angkatan Darat dan kejayaan bangsa.


"Kita patut bersyukur bahwa setelah 68 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, berbagai kemajuan dan pencapaian hasil-hasil pembangunan nasional, telah dapat kita rasaan bersama, dimana saat ini Indonesia masuk 16 besar kekuatan perekonomian dunia," kata Jenderal Budiman sebagaimana dikutip Brigjen Achmad.


Dikatakan, berangkat dari pengalaman saat menghadapi krisis tahun 1997, sebagai bangsa pejuang, tentunya segenap elemen bangsa harus bahu membahu untuk mewujudkan iklim yang kondusif demi menjaga pertumbuhan perekonomian nasional yang sehat.


Terkait hal tersebut, lanjut Brigjen Achmad, berbagai program dan kegiatan BINTER TNI AD seperti peningkatan ketahanan pangan, pembangunan sarana dan prasarana wilayah, akselerasi bidang kesehatan dan pendidikan, serta bidang lainnya akan sangat bermanfaat untuk membantu dan peningkatan pemerintah daerah maupun warga masyarakat secara secara kesluruhan dalam menghadapi perlembatan persoalan lain yang dihadapi masyarakat.


"Sebagai bagian dari komponen bangsa, TNI AD senantiasa tanggap dan peduli terhadap kondisi rakyat dan bangsanya, serta turut berpartisipasi serta berkontribusi maksimal dalam mengehadapi berbagai persolan faktual bangsa," ungkapnya.


Sebagi salah satu pilar bangsa yang menopang tetap tegaknya NKRI, lanjut Brigjen Achmad, TNI AD juga senantiasa konsisten memenuhi kewajibannya dalam menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI. "TNI AD tetap komit untuk bersikap netral dan tidak melibatkan diri kedalam politik praktis serta mengawal demokrasi secara professional,"


Dikatakan, TNI AD berkomitmen untuk membangun prajurit yang professional, modern, berdisiplin, dicintai dan mencintai rakyat yang berbasis sains dan teknologi modern. Hal tersebut sejalan dengan tema hari Juang Kartika tahun ini, yakni “Dilandasi semangat hari Juang Kartika, TNI AD bertekad menjadi professional, berdisiplin tinggi, militan, modern dan dicintai rakyat, siap menjaga keutuhan NKRI”.


"Suatu prestasi besar yang sangat membanggakan dan harus kita tingkatkan, meskipun memasuki tahun 2013 baik pada tataran global mauoun nasional, dunia mengehadapi situasi ketidakpastian dan kecendruangan terjadinya perlambatan partumbuhan ekonomi, Indonesia masih mampu mengimbangi negera-negara maju," urainya.(t.ex)

Warga TTU Dukung Polisi Operasi Miras

Add Comment
14.01


Warga TTU Dukung Polisi Operasi Miras

Larantuka - Menjelang Natal Polres Timor Tengah Utara - NTT ( Nusa Tenggara Timur ) mengelar Operas Pekat. Operasi ini sudah dijalankan dua pekan ini. Kepada wartawan Hieronimus Tael Bata mengatan " Kami sangat mendukung operasi yang digelar aparat keamanan, asalkan bersikap adil dan sama terhadap semua pedagang yang menjual alkohol "


Saya juga berharap, kata dia, pemusnahan terhadap semua barang sitaan minuman alkohol perlu dilakukan terbuka sehingga bisa diketahui masyarakat.


Hal serupa disampaikan Kandida, warga Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, yang saat itu menjajakan jualannya di Pasar Sunsea. Dia mengaku saat berlangsungnya operasi alkohol di kampung, tim rasia dari dari Polsek Nunpene, menyita sopi kampung yang saat itu dijual di pasar. Beruntung sebagian sopi tersimpan dis alah satu rumah penduduk sehingga tidak diamankan Polis. (moralpolitik)

Pelaku Pengrusakan Patung Bunda Maria Tewas Dihakimi Massa

Add Comment
20.53


Pelaku Pengrusakan Patung Bunda Maria Tewas Dihakimi Massa

Larantuka - Pelaku pengrusakan patung Maria Bunda Pengantara Rahmat Silabao, Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, yang tewas diserbu massa, Kamis, (12/12) dinihari lalu, teridentifikasi bernama Antonio Metan.


Identitas pelaku pengrusakan patung Bunda Maria Pengantara Rahmat Silabao ini terkuak, setelah jenasah korban yang disemayamkan di Ruang Jenasah RSUD Atambua, dikenali dua anaknya, kemarin. Kedua anak korban tersebut yakni, Ana da Silva dan Nirsida Parera.


Korban pengadilan massa ini menderita sakit jiwa sejak beberapa waktu lalu, dan meninggalkan rumahnya di perkampungan Lois, Distrik Liquisa, sejak pekan lalu. Antonio Metan sendiri pernah eksodus ke wilayah Kabupaten Belu, pasca jajak pendapat 1999 lalu.


Dia pernah tinggal di camp pengungsi Atambua, dan kembali ke kampung halamannya tahun 2000 lalu. Setelah istrinya meninggal beberapa  waktu lalu, Antonio mengalami sakit kejiwaaan hingga kejadian naas yang menewaskannya Kamis pagi lalu.


"Keluarganya sementara urus administrasi pemulangan jenasah ke Liquisa. Kalau sudah selesai dokumennya, hari ini juga langsung keluarga bawa pulang jenasahnya untuk dikuburkan," ungkap Wakil Kapolres Belu, Kompol Johny Muskanan, di Atambua kemarin. Mengenai proses hukum kasus ini,


Wakapolres menegaskan, pihaknya tetap melakukan pendalaman sesuai prosedur aturan hukum yang berlaku. Sejumlah saksi dalam kasus ini akan dipanggil, untuk memberikan keterangan guna penuntasan proses hukum kasus tersebut. "Memang korban mati karena pengadilan massa, tapi secara hukum kami tetap proses sesuai aturan hukum yang berlaku," tandas Johny.(t.ex)

Tak ada izin, masyarakat minta PT Bumi Flores ‘angkat kaki’

Add Comment
18.40
oesapa,kupang,pt bumi flores
ilustrasi

Tak ada izin, masyarakat minta PT Bumi Flores  ‘angkat kaki’

Larantuka - Masyarakat RT 07/RW 03 Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, meminta PT Bumi Flores yang mengerjakan proyek pembuatan perahu/kapal fiber agar ‘angkat kaki’ dari wilayah tersebut. Karena, proyek tersebut tidak mendapat izin dari pemerintah setempat maupun dari instansi yang berwenang.


Sebagaimana surat pengaduan yang ditandatangani 70 orang warga RT 07 yang disampaikan ke Walikota Kupang, koordinator warga, Yohanis Y Paa menguraikan, lokasi pengerjaan proyek berada di tanah negara, di wilayah jalur hijau dan daerah wisata pantai. Lokasi pengerjaan proyek berada di lokasi habitat mangrove sehingga dapat merusak habitat mangrove dan lingkungan sekitar. Lokasi pengerjaan proyek dapat merusak alur sungai yang berada di wilayah tersebut.


“Proyek ini akan sangat berdampak buruk kepada kesehatan masyarakat dan lingkungan karena bahan fiber yang digunakan untuk pembuatan perahu/kapal mengandung unsur kimia, di mana baunya sangat menyengat sehingga dapat mengganggu pernapasan manusia bahkan hewan-hewan peliharaan masyarakat menjadi sakit dan mati. Kebisingan yang ditimbulkan saat pengerjaan perahu/kapal tersebut sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat,” kata Yohanis.


Dijelaskan, dengan proyek tersebut, telah membatasi akses masyarakat ke wilayah pantai. Walau sudah ada laporan dari Pemerintah Kelurahan Oesapa Barat melalui surat kepada Walikota Kupang tetapi belum ada tindak lanjut hingga saat ini.


Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Kupang Adrianus Talli yang dikonfirmasi, Rabu (11/12/13) mengatakan, Komisi A sudah melakukan rapat dengar pendapat dengan pemerintah dan mendengar laporan dari masyarakat serta penjelasan pemerintah terkait dengan lokasi tersebut.


“Jadi itu peruntukan ruang di situ adalah daerah konservasi dan daerah penunjang pariwisata, bukan daerah kawasan industri. Sehingga dari dengar pendapat itu, Komisi A merekomendasikan kepada pimpinan untuk diteruskan kepada walikota agar pada kesempatan pertama kegiatan pelaksanaan pabrik fiber glass itu harus ditutup,” tegas Adrianus.(mp)

Karena Minuman Keras, Pesta Nikah Berakhir Tragis

Add Comment
19.24
minuman keras, pesta, pernikahan, kupang, pembunuhan

Karena Minuman Keras, Pesta Nikah Berakhir Tragis

Larantuka - Pesta pernikahan yang seharusnya di lalui dengan meriah dan suka cita, di warnai dengan kisah berdarah dan berakhir tragis.

Pernikahan antara Dimetris Giovani Bere dan Maria Rosari Beru harus ternoda dengan peristiwa berdarah, dimana Sarmento Putra Selan siswa SMA Tunas Gloria yang berdomisili di  RT 25, RW 09 Keluragan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang tewas dalam acara itu.

Sarmento tewas dalam acara itu karena ditikam  oknum yang tidak dikenalinya. Korban ditikam dibagian punggung menggunakan sebilah pisau hingga membuat Sarmento tewas seketika.

Kejadian berdarah itu terjadi pada Minggu (1/12/2013)   sekitar pukul 02.00 dini hari dalam acara pesta nikah antara Dimetris dan Maria di kediaman Dimetris, di Jalan Kedondong Nomor 25 Kelurahan Oepura.

Waka Polres Kupang Kota Kompol Yulian Perdana yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, kejadian berdarah hingga menewaskan Sarmento itu terjadi sekitar pukul 02.00 dini hari. Kejadian itu terjadi dalam acara nikah antara Dimetris dan Maria di rumahnya Dimetris.

Yulian menjelaskan, awalnya bermula dari para tamu serta pelaku ribut hingga terjadinya peristiwa berdarah itu karena meneguk minuman keras.

Korban meninggal, katanya, di Puskesmas Sikumana.  Jenasah korban, lanjutnya, kemudian dibawah ke Rumah Sakit Bahayangkara untuk dilakukan outopsi. (moralpolitik)

Andreas Ola bantah besarnya kerugian negara yang dihitung BPKP NTT

Add Comment
20.36

Andreas Ola bantah besarnya kerugian negara yang dihitung BPKP NTT

Larantuka - Andreas Ola, tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung dan rehab ruang kelas baru SMKN 3 Kupang tahun anggaran 2010-2011 membantah besarnya kerugian negara dalam kasus itu.

Andreas Ola melalui kuasa hukumnya Erest Kause kepada Moral-politik.com, Kamis (21/11/2013) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kupang mengatakan, besarnya kerugian dalam kasus itu tidak demikian.

Erest mengatakan kerugian negara sesuai audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BKPK) perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan sebesar Rp 260 juta.

Ditegaskannya, besarnya kerugian sebenarnya tidak mencapai demikian karena kwitansi lainnya mengenai pengeluaran proyek itu hingga saat ini belum dilakukan perhitungan oleh BPKP NTT.

“Besarnya kerugian negara sesuai hasil audit yang dilakukan BPKP NTT tidak demikian karena tidak semua kwitansi dihitung oleh BPKP NTT,“ katanya.

Erest menjelaskan, kwitansi lainnya belum sempat dilakukan perhitungan oleh BPK NTT karena sebagian kwitansi masih berada pada tangan tsk, dan belum juga diserahkan kepada bendahara, namun BPKP NTT telah usai menghitung kerugian negara.

Untuk itu, katanya, kerugian negara dalam kasus itu sebenarnya tidak mencapai Rp 260 juta. Kerugian yang sebenarnya dalam kasus itu berkisar hingga 100 juta lebih, tidak mencapai seperti yang diperhitungkan BPKP NTT.

Namun, jelasnya, tsk mengakui kesalahannya dalam kasus itu yakni membuat kwitansi palsu untuk disesuaikan dengan pengeluaran keuangan dalam p0royek pembangunan dan rehab ruang kelas baru SMKN 3 Kupang.(moral-politik)

PMKRI Kupang minta Kejati NTT periksa Gubernur NTT

Add Comment
18.01
PMKRI Kupang, Kejati NTT,Gubernur NTT,bansos

PMKRI Kupang minta Kejati NTT periksa Gubernur NTT


Larantuka - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT segera memeriksa Gubernur NTT terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) selama tiga tahun berturut-turut (2010, 2011 dan 2012). Desakan PMKRI itu tertuang dalam salah satu pernyataan sikapnya saat menggelar unjuk rasa di Kejati NTT, Selasa (12/11/2013).

Selain meminta agar Gubernur NTT diperiksa, PMKRI juga mendesak kejati lebih repsonsif dan menindaklanjuti setiap temuan BPK yang berindikasi unsur pidana. PMKRI juga meminta kejati agar lebih independen dalam mengusut dan menyelesaikan masalah-masalah korupsi di NTT. Berikutnya, mendesak kejati memeriksa pihak terkait dalam temuan BPK NTT.

Aksi unjukrasa yang diikuti puluhan aktivis PMKRI ini menggunakan satu unit mobil pick up dan beberapa sepeda motor. Aksi ini dimulai dengan berjalan kaki dari Marga PMKRI Kupang di depan Mapolda NTT menuju Kantor Kejati NTT.

Mereka membawa serta spanduk bertuliskan Kejati NTT segera tuntaskan Bansos NTT, dan poster bertuliskan Kejati NTT dimakan rayap, Bansos lenyap, NTT butuh pahlawan untuk berantas korupsi, Kejati NTT diam, Bansos 2009, 2010,2011 dan 2012 merayap.

Tiba di gerbang Kantor Kejati NTT, puluhan aktivis ini tidak langsung masuk karena pintu gerbang ditutup rapat dan dijaga ketat aparat kepolisian. Pihak kejati lalu meminta lima perwakilan aktivis untuk berdialog di dalam kantor.

Lima perwakilan aktivis itu antara lain Koordinator Umum Jecko Jewata, Koordinator Lapangan Igo Melkior, Sekjen Bonefasius Jehadin, dan dua perwakilan lainnya.

Mereka diterima dua pejabat Kejati NTT, yakni Asisten Bidang Intelijen (Asintel) Paris Pasarribu, dan Asisten Bidang Pidana Khusus (Aspidsus) Gasper Kase di ruang kerja Asidsus.(moralpolitik)
>>
Langganan: Postingan (Atom)

Pembentukan Provinsi Flores

Entri Populer

  • Wisata Air Panas Larantuka Tak Terurus
    Pemandangan di air panas - nusa nipa photography Wisata Air Panas Larantuka Tak Terurus Larantuka - Salah satu tempat wisata yang ...
  • Semana Santa seharusnya lebih tertib lagi
    Semana Santa seharusnya lebih tertib lagi SEMANA SANTA Bukan merupakan  DEVOSI untuk memperingati sengsara yesus kristus wafat Tetap...
  • Larantuka Di kenal dengan sebutan Kota Reinha
    Larantuka adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, sekaligus sebagai ibukota dari Kabupaten ...

Label

  • Banten
  • BERITA
  • BOOKING PESAWAT DAN HOTEL
  • DAERAH
  • HEALTH
  • HP/KAMERA/LAPTOP
  • INTERNASIONAL
  • Jakarta
  • kupang
  • LARANTUKA
  • Lembata
  • manggarai barat
  • NASIONAL
  • ngada
  • ONLINE SHOP
  • OPINI
  • PAPIST
  • PARIWISATA
  • SEPAK BOLA
  • WISATA ALAM
  • WISATA ROHANI
| Copyright © 2014 : LARANTUKA | Design By : JMW, Published byJMW | Powered By : Blogger | Google | Alexa |