LARANTUKA

Larantuka - Kota Reinha

  • Beranda
  • BERITA
  • OPINI
  • PARIWISATA
  • Translate
Home → Semua Post Berkategori Jakarta
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Senyum Pria Misterius di Kereta Maut Bintaro

Add Comment
05.56
kereta vs truk, kreta maut, kisah unik


Senyum Pria Misterius di Kereta Maut Bintaro

Larantuka - "Ini kuasa Tuhan." Itulah kalimat pertama yang terlontar dari mulut gadis muda yang menjadi penumpang dan saksi hidup kecelakaan kereta dan truk BBM di Bintaro.

Gadis itu bernama Dinda Irmawati (21). Ia berangkat dari Stasiun Pondok Ranji dan berdiri tepat di belakang pintu masinis sambil memegang gantungan tangan yang berada tepat di atasnya.

"Waktu berangkat biasa aja. Saya nggak kebagian kursi, ramai yang naik di Pondok Ranji. Saya berdiri di belakang masinis (kereta lokomotif)," kata Dinda.

Menurutnya, ada firasat yang muncul sesaat sebelum terjadinya kecelakaan. Seraya gemetar, Dinda mengungkap sesuatu hal yang menurutnya aneh.

Ketika menghadap pintu masinis, Dinda mendapati seorang pria membuka pintu dengan wajah tersenyum.

Dinda menduga, pria itu salah satu pendamping masinis. Dinda pun tertahan oleh senyuman itu dan mengurungkan niat masuk ke ruang lokomotif.

"Saya melihat ada orang buka pintu dari belakang dan dia senyum sampai kereta nabrak, tiba-tiba duaarrr! Dan dia (pria tersenyum itu) tertawa," ungkap Dinda.

Belum habis senyuman itu dipandang dan juga belum sempat masuk ke dalam ruang masinis, suara ledakan dahsyat terdengar. Seketika langsung membuat seisi gerbong panik. Tangis pecah, jeritan di mana-mana.

Usai benturan keras tersebut, lanjutnya, lokomotif dan gerbong kereta mengeluarkan asap, yang disusul jilatan api besar. Sontak para penumpang yang didominasi wanita itu histeris dan sudah berjatuhan di bawah dengan posisi tidak beraturan lagi.

"Allahu akbar, Allahu akbar!,..."

"Saya nginjek orang dan saya dengar yang di bawah sudah teriak minta tolong. Lalu saya pegang besi di atas dan nggak lama warga buka pintu. Tapi rambut saya terbakar," sedih Dinda.

Sesaat sebelum dirinya berhasil keluar dari gerbong kereta, pandangan mata Dinda sempat tertuju lagi ke tempat orang yang tertawa tadi. Namun, justru hal tersebut membuat dirinya sulit keluar.

"Saya orang ke-3 yang keluar. Saya juga sempat nengok ke arah sana (tempat ia melihat orang tertawa) lagi. Tas saya malah nyantel dan akhirnya saya lepasin tas saya," papar Dinda.

Kini Dinda sudah diperbolehkan pulang dari RS Dr Suyoto. Dinda pun mengalami luka ringan yang terdapat di punggung dan kaki. Rambutnya yang terbakar kini hanya tinggal sebahu dari sebelumnya di bawah bahu.

Ucapan syukur pun terus keluar dari mulut gadis itu. Saat ini Dinda masih trauma dengan peristiwa naas tersebut.(atjeh)

Dipo Alam Sebut 6 Stasiun TV Bagai Kodok Bangkong

Add Comment
09.03
seskab,dipo alam,stasion tv


Dipo Alam Sebut 6 Stasiun TV Bagai Kodok Bangkong

Larantuka - Seskab Dipo Alam memberikan reaksi nyaring terkait teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kepada  6 (enam) stasiun televisi yang dinilai tidak proporsional dalam menyiarkan berita politik.

Menurut Dipo dalam kicauan twitternya @dipoalam49 keenam stasiun TV itu adalah RCTI, MNCTV, Global TV, ANTV, TV One, dan Metro TV pemilik semuanya adalah pimpinan Parpol yang memanfaatkan frekuensi publik untuk kepentingan politiknya.

Orang ring 1 di lingkungan Istana Negara ini juga menyesalkan pemberitaan yang sepihak oleh di stasiun TV tersebut seperti contohnya, puluhan ribu rakyat gembira sambut kedatangan Presiden di Madura, tapi oleh TV yang itu - itu (RCTI, MNCTV, Global TV, ANTV, TV One, dan Metro TV ) yang ditayangkan malah demo puluhan mahasiswa, "Ini modus politik," tulis Dipo dalam kicaunya.

Tak hanya itu Dipo juga mencerca kepada pemilik enam staisun TV itu dengan berkicau bahwa elektibiltas partai dan pencapresannya kecil,tapi karena mereka punya TV menjadikan gaung politiknya bak kodok bangkong gelembungkan tenggorokannya, "bakal kempes itu," celetuknya.

Walau kinerjanya belum diketahui rakyat, lanjut Dipo Alam,  banyak parpol dan capres yang elektabilasnya rendah membuat taktik asal kritik pemerintah di TV-nya hanya akan memperoleh kepuasan sendiri.

Dipo juga menjelaskan dengan beranggapan pesaing pemerintah yang punya kinerja, parpol dan capres yang elektibiltasnya rendah ingin bersanding membesarkan diri di TV-nya sendiri.

Tak hanya itu, Dipo menyindir Surya Paloh dalam kicauannya yang mengatakan "Ada pimpinan parpol yang punya stasiun TV membawa kebesaran Bung Karno, dengan membonceng gaya orasinya seperti BK, tapi isi pidato kurang namun beritanya besar di TV dia."

"Pidato pimpinan Parpol pemilik stasiun tv ulas Tritura Bung Karno,isinya normatif,hanya jenaka ingin bedakan dgn Triomacan,besar di tv nya," tambah Dipo dalam kicauannya.

Dikatakanya juga beberapa stasiun TV dipakai kampanye terselubung pemilik atau partainya. "Dimana pemiliknya ditampilkan sebagai pahlawan yang lain diliput black campaign," jelas dia.

Dari pemantauan tersebut, KPI berkesimpulan keenam lembaga penyiaran tersebut telah dinilai tidak proporsional dalam penyiaran politik, termasuk terdapat iklan politik yang mengandung unsur kampanye.

"Keenam stasiun TV yang dapat teguran peringatan KPI seluruhnya pemilik saham utamanya yang berafiliasi dengan parpol atau capres yang elektabilitasnya rendah," sergahnya.

"Pemerintah dikritik sangat boleh, tapi media dan TV kalau dikritik, termasuk ditegur boleh jugakan? Ini negara hukum, ojo dumeh dengan kekuasaan," demikian Dipo.[ach/aktl/rmn]

Pencatatan Kependudukan masih diskriminatif soal keyakinan

Add Comment
20.55
komnas perempuan, pencatatan penduduk,menteri dalam negeri,ham


Pencatatan Kependudukan masih diskriminatif soal keyakinan

Larantuka - Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk membuat aturan pelaksana pencatatan kependudukan yang tidak membedakan warga negara atas dasar agama/kepercayaan.

Komnas Perempuan menyesalkan sikap pemerintah yang terus melanggengkan pelembagaan diskriminasi terhadap warga negara berdasarkan agama atau kepercayaannya.

Komisioner Komnas Perempuan Arimbi Heroepoetri menyatakan hingga saat ini tidak ada terobosan yang dilakukan pemerintah dalam pengaturan pencatatan kependudukan.

Dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), tambahnya, hanya ada enam agama resmi yang boleh ditulis yaitu Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu. Sedangkan bagi pemeluk agama lain dan kepercayaan tambahnya mereka tetap memperoleh e-KTP dengan kolom yang dikosongkan.

Aturan seperti itu, menurut Arimbi, sangat menghalangi negara dalam menjalankan mandat konstitusi untuk melindungi hak asasi warga negara, terutama hak kemerdekaan tiap-tiap warga negara untuk memeluk agama dan menganut kepercayaannya, hak untuk bebas dari diskriminasi serta hak untuk sama kedudukan di depan hukum dan pemerintahan.

Dia menambahkan peraturan yang diskriminatif tersebut menempatkan warga negara rentan diskriminasi, kriminalisasi dan kekerasan.

Warga negara yang KTP-nya mencantumkan kolom agama yang dikosongkan rentan mendapatkan stigmatisasi di dalam masyarakat, ujar Arimbi, dan sulit mengakses layanan publik dan program-program pemerintah lainnya.

“Harusnya dalam konteks HAM, negara harus mengakui eksistensi kebebasan bereskpresi dan agama leluhur yang dianut oleh teman-teman penganut ini,” ujarnya, seperti dilansir VOA Indonesia.

Perwakilan dari penganut penghayat kepercayaan Arnold Panahal meminta pemerintah memperlakukan sama semua warga negara tidak terkecuali mereka yang menganut paham kepercayaan.

Para penghayat kepercayaan, lanjut Arnold, juga warga negara Indonesia yang harus dilindungi dan dipenuhi hak-haknya.

“Diskriminasi misalnya dalam hal pendidikan maupun kesempatan kerja. Umpamanya berobat itu (ditanya) agamanya apa dan kalau kita menyatakan penghayat itu ditertawakan dan sering tidak dilayani,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Raydonizar Moenek mengungkapkan dalam membuat KTP, petugas tidak boleh mempersulit para penganut penghayat kepercayaan memperoleh KTP.

Dia mengakui kolom agama di KTP penganut penghayat kepercayaan memang tidak boleh diisi karena penghayat kepercayaan bukan termasuk kelompok agama yang diakui oleh negara.

“Kita menghormati semua punya kebebasan beragama, berserikat diakui semua itu keberadaannya. Namun kalau meminta secara spesifik agar ditulis nanti ada kelompok ini, ada kelompok itu yang minta ditulis, ada berapa sedangkan itu tidak masuk dalam klasifikasi agama,” ujarnya.
>>
Langganan: Postingan (Atom)

Pembentukan Provinsi Flores

Entri Populer

  • Wisata Air Panas Larantuka Tak Terurus
    Pemandangan di air panas - nusa nipa photography Wisata Air Panas Larantuka Tak Terurus Larantuka - Salah satu tempat wisata yang ...
  • Semana Santa seharusnya lebih tertib lagi
    Semana Santa seharusnya lebih tertib lagi SEMANA SANTA Bukan merupakan  DEVOSI untuk memperingati sengsara yesus kristus wafat Tetap...
  • Larantuka Di kenal dengan sebutan Kota Reinha
    Larantuka adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, sekaligus sebagai ibukota dari Kabupaten ...

Label

  • Banten
  • BERITA
  • BOOKING PESAWAT DAN HOTEL
  • DAERAH
  • HEALTH
  • HP/KAMERA/LAPTOP
  • INTERNASIONAL
  • Jakarta
  • kupang
  • LARANTUKA
  • Lembata
  • manggarai barat
  • NASIONAL
  • ngada
  • ONLINE SHOP
  • OPINI
  • PAPIST
  • PARIWISATA
  • SEPAK BOLA
  • WISATA ALAM
  • WISATA ROHANI
| Copyright © 2014 : LARANTUKA | Design By : JMW, Published byJMW | Powered By : Blogger | Google | Alexa |